Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penduduk Balikpapan 688.318 Jiwa, 9,04 Persen Tidak Sesuai KK/KTP

Ini dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan salah satunya dalam hal penyaluran bantuan.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  08:32 WIB
Kepala BPS Balikpapan saat memberikan keterangan tentang hasil Sensus Penduduk 2020
Kepala BPS Balikpapan saat memberikan keterangan tentang hasil Sensus Penduduk 2020

Bisnis.com, BALIKPAPAN –  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Kota Balikpapan hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020) sebanyak 688.318 jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Achmad Zaini menyatakan bahwa sebanyak 90,96 persen atau 626.076 penduduk berdomisili sesuai Kartu Keluarga/KTP. Sedangkan, sisanya 9,04 persen atau sejumlah 62.242 penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai KK/KTP.

"Jumlah ini mengindikasikan banyak penduduk yang bermigrasi dari dari satuan lingkungan setempat (SLS) tempat tinggal mereka," ujarnya, Senin (25/1/2021).

Zaini menuturkan jumlah penduduk Kota Balikpapan terus mengalami peningkatan dibandingkan sensus sebelumnya. SP2020 mencatat, jumlah penduduk bertambah sebanyak 130.739 jiwa.

Sementara itu, dia menilai bahwa jumlah tersebut sesuai dengan fakta di lapangan. Dimana, sensus dilakukan dengan cara online, wawancara dan mendatangi kerumah langsung penduduk. "Sensus penduduk ini dilakukan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia," tuturnya.

Zaini mengungkapkan bahwa capaian 90,96 persen atau 626.076 penduduk berdomisili sesuai Kartu Keluarga/KTP merupakan yang paling tinggi di Provinsi Kalimantan Timur, bahkan lebih baik dibanding sensus sebelumnya.

"Namun, sisanya masih perlu kesadaran dari masyarakat untuk melaporkan diri kepada RT setempat apabila melakukan pindah, atau perubahan status KK," ungkapnya.

Zaini berharap agar sejumlah masyarakat yang belum memiliki domisili sesuai Kartu Keluarga/KTP dapat aktif dan turut serta dalam status kependudukannya dengan melapor kepada ketua RT atau pemerintah setempat. Hal tersebut dinilai dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan salah satunya dalam hal penyaluran bantuan.

"Bantuan apa saja, baik dari pemerintah pusat, daerah atau pemerintah kota sehingga tidak ada data yang salah," pungkasnya.  

Sebagai informasi, Kota Balikpapan mengalami bonus demografi yaitu sebanyak 70,43 persen penduduknya berada di usia produktif (15-64 tahun). Dimana, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu masing-masing sebanyak 352.802 orang atau 51,25 persen dan 335.516 orang atau 48,74 persen.

Adapun angka harapan hidup juga makin meningkat seiring persentase penduduk usia lanjut yang meningkat menjadi 3,8 persen dari 2,3 persen dari hasil SP2010.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

balikpapan kependudukan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top