Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi BP Jamsostek Balikpapan Tahun 2020 Lampaui Target

Realisasi penerimaan jaminan sosial terhadap pekerja di Balikpapan melampaui target selama 2020.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  15:15 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SAMARINDA – Realisasi penerimaan jaminan sosial terhadap pekerja di Balikpapan melampaui target selama 2020.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan Ramadan Sayo menyatakan penerimaan tersebut berasal dari iuran dan oleh perusahaan. Dimana, untuk badan usaha berhasil terealisasi sebesar 112 persen dan 106 persen untuk iuran.

"Yang tidak memenuhi target hanya satu, yakni tenaga kerja perorangan atau informal," ujarnya, Selasa (9/2/2021).

Kemudian, Ramadan menuturkan pihaknya masih menyusun terkait besaran target untuk tahun 2021 di tengah suasana pandemi Covid-19. Selain itu, terkait realisasi penyaluran klaim paling banyak disalurkan di program JHT.

"Setiap hari, ada yang mengajukan klaim ke kantor seperti yang kena PHK. [tetapi] sudah kita bayarkan klaimnya semua," tuturnya.

Berdasarkan data BPJamsostek Balikpapan, penyaluran Jaminan Hari Tua (JHT) telah disalurkan kepada 18.837 tenaga kerja dengan nilai Rp242,7 miliar. Sedangkan, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) disalurkan kepada 1.422 kasus dengan nilai biaya pengobatan sebesar Rp11,2 miliar.

Selanjutnya, terdapat 250 tenaga kerja yang meninggal dunia dengan jumlah klaim Rp9,5 miliar serta jaminan pensiun 4.096 tenaga kerja dengan nilai Rp4,2 miliar.

"Upaya kita memastikan perusahaan, bahwa tenaga kerjanya sudah mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan," tegas Ramadan.

Lebih lanjut, Ramadan mengharapkan kepada perusahaan untuk memiliki data yang valid seperti jumlah tenaga kerja secara transparan dan besaran upah untuk diikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Dimana, Ramadan mengakui kerap kali mendapati ketidaksesuaian data dan fakta di lapangan.

"Terkhusus perusahaan baru, tidak mungkin hanya satu orang. Minimal ada sekretaris, atau supir. Sedikitnya ada 3-4 orang jika perusahaan tersebut baru dan ingin mendapatkan perizinan," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs ketenagakerjaan bpjs ketenagakerjaan
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top