Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Indonesia Jamin Uang di Masyarakat Tidak Membawa Covid-19

Bank Indonesia selalu menjaga kelayakan edar, ketersediaan pecahan, dan tentunya bebas Covid-19 agar masyarakat yang menggunakan uang dalam bentuk cash merasa aman dalam bertransaksi.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  19:10 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SAMARINDA –  Bank Indonesia menjamin kualitas uang di masyarakat tidak membawa virus Covid-19.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (KPwBI Kaltim) Tutuk SH Cahyono menyatakan bahwa pihaknya sangat memperhatikan higienitas dan keamanan uang.

"Jadi berkualitas itu bukan hanya layak edar secara fisik tapi juga bebas dari virus corona," ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi dengan para ahli dari lembaga Eijkman maupun ahli lain yang benar-benar memahami penyebaran Covid-19.

"Covid hanya dapat bertahan paling lama 2 hingga 3 hari, itupun [bagi uang] yang tingkat kelusuhannya tinggi," ungkapnya.

Dia juga menjelaskan uang dalam penyetoran ke rekening Bank Indonesia telah dipisahkan berdasarkan kondisi layak edar dan tidak layak edar.

Kemudian, seluruh uang tersebut akan di karantina selama 7 hari dan dilakukan penyemprotan desinfektan untuk selanjutnya diolah atau diedarkan kembali .

Untuk uang yang tidak layak edar, akan dihitung kembali dalam memastikan uang yang tidak layak tersebut masih layak edar atau benar-benar tidak layak.

Sedangkan, uang kertas yang sudah benar-benar tidak layak edar akan dimusnahkan oleh Bank Indonesia untuk kemudian dilaporkan ke Kantor Pusat Bank Indonesia.

"Jadi uang yang masuk gak bisa dibongkar lagi, harus disimpan 7 hari, baru boleh diperiksa (petugas)," jelasnya.

Selain itu, terkait uang yang beredar di masyarakat, Bank Indonesia selalu menjaga kelayakan edar, ketersediaan pecahan, dan tentunya bebas Covid-19 agar masyarakat yang menggunakan uang dalam bentuk cash merasa aman dalam bertransaksi.

"Kami bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) setempat hingga menjangkau kecamatan dan setiap bulannya berkeliling untuk memastikan kelayakan uang," kata Tutuk.

Dia menyarankan kepada masyarakat agar mengurangi mengurangi penggunaan uang cash dan beralih menggunakan QRIS (QR Code Indonesian Standard) atau bertransaksi secara digital .

Di sisi lain, dia mengharapkan masyarakat untuk membantu perbankan agar tidak merusak uang seperti menjepit dengan staples, karna hal tersebut akan membuat rumit pengolahan atau penyusunan uang dan bahkan berpotensi untuki dimusnahkan Bank Indonesia.

"Masyarakat harus mencintai mata uang Rupiah yaitu memperlakukan uang dengan baik," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top