Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disperindagkop UKM Kaltim Targetkan 100 Eksportir Baru dari UMKM

Kepala Disperindagkop UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor menyatakan hal tersebut sebagai upaya Pemerintah daerah membantu para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Kaltim untuk naik kelas.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  13:15 WIB
Kepala Disperindagkop UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor - Istimewa
Kepala Disperindagkop UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor - Istimewa

Bisnis.com, SAMARINDA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) UKM Kaltim menargetkan lahirnya 100 eksportir baru di Kaltim.

Kepala Disperindagkop UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor menyatakan hal tersebut sebagai upaya Pemerintah daerah membantu para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Kaltim untuk naik kelas.

"Kita targetkan 100 eksportir baru dari Kaltim hingga 2023," ujarnya, Selasa (16/3/3021).

Pria yang akrab disapa Roby itu mengakui bahwa jalan yang di tempuh tidak mudah untuk merealisasikan hal tersebut.

Sehingga, Pemprov Kaltim dalam hal ini Gubernur mengajak pelaku UMKM dan perbankan serta semua stakeholder terkait untuk terus bersinergi.

Kemudian, Roby menambahkan pihaknya juga telah membuat Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan serta grup perhotelan Accor.

"Ada 139 hotel termasuk 3.500 kamar yang mengunakan produk-produk hasil olahan UMKM," katanya.

Di sisi lain, UMKM Kaltim juga mendapatkan dana segar dari Presiden berupa Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dalam membantu UMKM senilai Rp214 miliar yang telah selesai disalurkan tahun 2020 melalui BRI dan BNI dan bank lainnya.

"Kami tidak habis pikir kalau itu dana berasal dari APBD, [itu dana yang] luar biasa banyak," terang Roby.

Adapun, Roby menuturkan pihaknya juga melakukan pemasaran dalam negeri dengan melakukan business matching bersama 5 Provinsi lain yaitu, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

"Kami membawa UMKM untuk mengenalkan produknya di mana sesama UMKM mereka membentuk komunitas nasional," tuturnya.

Dimana, nilai ekspor yang dihasilkan dari kegiatan tersebut mencapai Rp11,5 miliar.

"Kami terus mendorong UMKM untuk tidak saja naik kelas dan mandiri. Sehingga bisa menjadi pemenang bukan hanya lokal tetapi juga global," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm kaltim
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top