Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Balikpapan Wajibkan Penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi di Sejumlah Fasilitas Publik

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menyatakan keenam aktivitas tersebut, adalah aktivitas keagamaan, aktivitas perdagangan seperti mal, pusat perbelanjaan maupun perdagangan secara tradisional seperti pasar dan toko tradisional.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 26 November 2021  |  20:47 WIB
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud. - Istimewa
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud. - Istimewa

Bisnis.com, SAMARINDA –- Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menerapkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi terhadap enam jenis kegiatan di tempat umum dan fasilitas publik.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyatakan keenam aktivitas tersebut, adalah aktivitas keagamaan, aktivitas perdagangan seperti mal, pusat perbelanjaan maupun perdagangan secara tradisional seperti pasar dan toko tradisional.

Kemudian, aktivitas transportasi baik darat, udara maupun laut, pariwisata, bekerja di kantor maupun pelayanan publik, dan aktivitas pendidikan di tingkat  SD SMP SMA maupun Perguruan Tinggi.

"Tentunya aplikasi ini digunakan untuk  Penanganan Pandemi Covid 19 yakni melakukan skrining terutama enam aktivitas yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia," ujarnya, Jum’at (26/11/2021).

Rahmad mengungkapkan terdapat kemungkinan bahwa Tempat Hiburan Malam (THM) juga akan menjadi sasaran penerapan aplikasi peduli lindungi di Kota Balikpapan.

"Kami memasuki era baru atau new normal pasti akan kami terapkan tapi perlahan termasuk mal sistem peduli lindungi ini seperti di mal ini. Bisa saja terjadi semua," ungkapnya.

Adapun, dia menuturkan bahwa penerapan aplikasi peduli lindungi sudah berlaku di seluruh mall di Kota Balikpapan mulai hari ini.

"Kami berharap [masyarakat] yang belum [vaksinasi], dengan adanya launching dengan menggunakan peduli lindungi di mall, untuk menyampaikan pesan kepada  warga yang belum divaksin untuk segera divaksin," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pedulilindungi
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top