Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Asal China Minat Bangun Sejumlah Pabrik di Kawasan Industri Bontang

Beberapa calon investor asal China sudah mulai mengumpulkan data-data untuk kebutuhan feasibility study.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 10 Desember 2021  |  20:20 WIB
Ilustrasi kawasan industri - Istimewa
Ilustrasi kawasan industri - Istimewa

Bisnis.com, SAMARINDA – Sejumlah investor dari China berniat membangun pabrik silikon iron dan steel structure di kawasan industri Kota Bontang.

Direktur Utama PT Kaltim Industrial Estate (KIE), Minarni F. Dwiningsih menyatakan beberapa calon investor dari China tersebut sudah mulai mengumpulkan data-data untuk kebutuhan feasibility study.

Ya moga-moga nanti mereka berjodoh dengan kami,” ujarnya, Jum'at (10/12/2021).

Dia menambahkan, terdapat pula pabrik amonium nitrat yang baru dalam tahap pembangunan di kawasan industri Bontang dan rencana ke depan akan ada pembangunan pabrik soda ash.

Saat ini terdapat pabrik amonium nitrat yang sedang melakukan proses konstruksi, kata Wiwin, dengan kapasitas yang cukup besar. 

“Insyaallah diharapkan selesai dan mulai berproduksi sekitar satu atau dua tahun ini. Moga-moga 2023 bisa produksi,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Wiwin itu memaparkan KIE akan melakukan pembangunan sarana penunjang industri, di antaranya yaitu tangki metanol dan lain-lain yang memasuki tahap pembangunan pada 2022.

Kemudian, KIE juga akan melakukan perubahan master plan untuk perubahan zonasi kawasan industri yang disesuaikan dengan kebutuhan calon investor.

Adapun, Wiwin menuturkan bahwa selain pabrik amonium nitrat, juga terdapat investor yang akan membangun pabrik soda ash pada 2022.  “Dan saat ini kami sedang menyiapkan lahan industrinya dan juga mengurus perizinannya,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china investor kawasan industri bontang
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top