Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kukuhkan Hebitren ke 18, Bank Indonesia Harap Pesantren se-Kaltim Mandiri Ekonomi

Kepala Perwakilan BI Kaltim Ricky P Gozali menyatakan dengan adanya kepengurusan Hebitren di Benua Etam diharapkan setiap pesantren dapat melakukan sinergi dan kolaborasi dalam pengembangan unit usaha.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  15:56 WIB
Kepala Perwakilan BI Kaltim Ricky P Gozali di acara Pengukuhan Hebitren Kaltim,Selasa (29/3/2022). - Bisnis/Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Kepala Perwakilan BI Kaltim Ricky P Gozali di acara Pengukuhan Hebitren Kaltim,Selasa (29/3/2022). - Bisnis/Muhammad Mutawallie Sya\'rawie

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur berharap Himpunan Bisnis Ekonomi dan Pesantren (Hebitren) Kaltim yang baru dikukuhkan, Selasa (29/3/2022) dapat menciptakan pesantren yang mandiri secara ekonomi.

Kepala Perwakilan BI Kaltim Ricky P Gozali menyatakan dengan adanya kepengurusan Hebitren di Benua Etam diharapkan setiap pesantren dapat melakukan sinergi dan kolaborasi dalam pengembangan unit usaha.

“Dan kemandirian ekonomi pesantren yang berdaulat, mandiri, dan berdaya saing tinggi sebagai basis ekosistem dan sentra pemberdayaan ekonomi syariah di Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya, dalam Pengukuhan Hebitren Kaltim, Selasa (29/3/2022).

Dia menambahkan, terbentuknya Hebitren juga dapat menjadi ikhtiar untuk mewujudkan dan membesarkan kekuatan ekonomi pesantren di Indonesia dan di Kalimantan Timur.

“Khususnya juga acara ini mampu menunjukkan keteladanan bahwa kekuatan ekonomi dapat diwujudkan dengan kolaborasi bukan kompetisi,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa sebagai salah satu pelaku dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam ekosistem halal value chain, Bank Indonesia melaksanakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga strategi utama.

Pertama, penguatan ekonomi syariah, dimana sejak tahun 2017 Bank Indonesia telah mengembangkan usaha syariah di pesantren.

Hal itu sejalan dengan amanat dari UU No. 18/2019 bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah tetapi juga memiliki fungsi pemberdayaan ekonomi santri dan masyarakat  sekitar.

Kedua, penguatan sektor keuangan syariah untuk pembiayaan dan ketiga, penguatan riset assessment dan edukasi.

“Alhamdulillah Bank Indonesia telah menginisiasi terbentuknya Hebitren di 17 koordinator wilayah, di mana pada hari ini resmi akan bertambah satu lagi yaitu Hebitren koordinator wilayah Provinsi Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Hebitren Kaltim Badrus Syamsi menyatakan jumlah pesantren yang ada di Kaltim berdasarkan data dari Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2022, terdapat 163 pesantren dengan santri mencapai 34.000 orang.

“Sebagaimana visi Kaltim berdaulat, Hebitren memiliki visi terwujudnya ekonomi pesantren yang berdaulat, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top