Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Pontianak Klaim Kuota BPJS PBI Masih Rendah

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan kepesertaan BPJS di Kota Pontianak 71,6 persen dari jumlah penduduk Kota Pontianak yang mencapai 627.727 jiwa.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 12 April 2022  |  16:10 WIB
Peserta mengantre di salah satu kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Peserta mengantre di salah satu kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, BALIKPAPAN ––  Pemerintah Kota Pontianak mengklaim kuota bantuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) masih rendah dibandingkan daerah lain di Provinsi Kalimantan Barat.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan kepesertaan BPJS di Kota Pontianak 71,6 persen dari jumlah penduduk Kota Pontianak yang mencapai 627.727 jiwa.  

"Masih rendahnya jumlah kepesertaan BPJS tersebut bisa disebabkan beberapa faktor, diantaranya jumlah warga tidak bekerja atau berpenghasilan, warga pra sejahtera maupun pekerja non formal seperti buruh, nelayan, tukang dan sebagainya," ujarnya yang dikutip, Selasa (12/4/2022). 

Dia menyebutkan tengah berupaya menambah kuota bantuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pemerintah pusat.

Pemkot Pontianak akan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan pemerintah provinsi serta Kementerian Sosial untuk penambahan kuota BPJS PBI yang ditanggung pemerintah pusat.

Edi menjelaskan saat ini bantuan BPJS PBI yang dialokasikan untuk Kota Pontianak hanya mencapai 16 persen.

“Sementara di kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kalbar ada yang mendapatkan hingga 60 persen. Nah, ini sedang kita perjuangkan sebagaimana arahan Presiden untuk meningkatkan kepesertaan BPJS di daerah,” jelasnya.

Kemudian, Edi mengungkapkan bahwa untuk membayar iuran kepesertaan BPJS tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp42 miliar per tahun.

Meskipun klaim BPJS di Kota Pontianak terbilang cukup tinggi, tapi Edi menyebutkan jumlah itu tidak sepenuhnya 100 persen berasal dari warga Kota Pontianak.

Dia menyebutkan diantara jumlah tersebut, ada sebagian warga yang berasal dari kabupaten/kota lain di Kalbar yang berobat atau dirawat di rumah sakit yang ada di Kota Pontianak, karena beberapa fasilitas kesehatan yang ada di kota ini juga melayani warga luar Pontianak. 

"Rumah Sakit Kota Pontianak saja sekitar 20 persen melayani warga di luar Kota Pontianak. Lalu ada rumah sakit lainnya juga," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pontianak BPJS Kesehatan
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top