Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada Lonjakan Covid-19 di Sektor Pariwisata, Museum Mulawarman Perketat Prokes

Pelaksana tugas (Plt.) Museum Negeri Mulawarman Mukhtar Lubis menyatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan tempat cuci tangan hingga scan barcode Pedulilindungi di pintu masuk Gedung museum.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 21 Juli 2022  |  19:59 WIB
Waspada Lonjakan Covid-19 di Sektor Pariwisata, Museum Mulawarman Perketat Prokes
Pengunjung saat memasuki Museum Mulawarman di Tenggarong. - Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Museum Mulawarman di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mewaspadai lonjakan penyebaran kasus Covid-19 dengan mengoptimalkan protokol kesehatan.

Pelaksana tugas (Plt.) Museum Negeri Mulawarman Mukhtar Lubis menyatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan tempat cuci tangan hingga scan barcode Pedulilindungi di pintu masuk gedung museum.

“Kita juga sudah menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, alat cek suhu tubuh dan barcode scan Pedulilindungi. Silakan dipergunakan semaksimal mungkin,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/7/2022).

Dia pun mengimbau, masyarakat yang berkunjung tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) sambil menikmati keindahan koleksi museum, meski saat ini Kukar masih berstatus zona hijau.

Tetapi tidak menutup kemungkinan, karena di Balikpapan statusnya sudah merah,” terangnya.

Sebagai informasi, jumlah pengunjung sementara Museum Negeri Mulawarman pada Juli 2022 mencapai 2.549 orang yang terdiri dari golongan dewasa 1.313 orang dan anak-anak sebanyak 1.224 orang. Sedangkan, jumlah pengunjung Warga Negara Asing (WNA) tercatat sebanyak 12 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltim, per 21 Juli 2022, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 42 orang, dirawat 27 orang, sembuh 15 orang, dan sebanyak tidak ada kasus meninggal dunia.

Secara spasial, Kota Balikpapan menjadi penyumbang kasus tertinggi dengan 20 kasus, disusul Bontang 11 kasus dan Kabupaten Kutai Barat sebanyak 5 kasus.

Adapun, Kaltim menyisakan satu zona hijau, tujuh zona kuning, satu zona oranye dan satu zona merah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top