Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisah Pengusaha Asal Balikpapan Raup Cuan dari Kedelai

Siapa sangka, selain menjadi makanan untuk melanjutkan hidup tempe dan tahu dapat pula menghidupi Budiharjo dan keluarganya.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 21 November 2022  |  21:07 WIB
Kisah Pengusaha Asal Balikpapan Raup Cuan dari Kedelai
Kedelai yang siap diolah menjadi tahu dan tempe dari ruang pengolahan industri tahu dan tempe di Kota Balikpapan. - Bisnis/Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Pengusaha asal Balikpapan berhasil meraup keuntungan bersih jutaan rupiah setiap bulannya dari berjualan tahu dan tempe.

Siapa sangka, selain menjadi makanan untuk melanjutkan hidup tempe dan tahu dapat pula menghidupi Budiharjo dan keluarganya.

“Dulu kerja di CV Unggul Diesel, waktu nikah keluar dari situ 2011. Terus coba-coba bikin tempe sedikit-sedikit,” ujar Budi, pengusaha sekaligus pemilik industri tahu dan tempe asal Kota Balikpapan, Senin (21/11/2022).

Budi mengatakan, usaha tempe dipilih karena usaha penyewaan truk sebelumnya dinilai tidak lagi menguntungkan, sehingga perlahan merintis usaha tempe bersama istrinya.

“Tempe dulu, tahu belakangan setelah berjalan 5 bulan. Nyicil alat dikit-dikit, enggak bisa langsung sekaligus semua,” katanya.

Dengan modal usaha seadanya, kata Budi, dia gagal membuat tempe sebanyak tiga kilogram pertamanya, hingga perlahan produksi meningkat menjadi 17 kilogram per hari pada akhir 2013.

“Karena banyak permintaan, akhirnya pengajuan Rp200 juta tahun 2019,” terangnya.

Saat ini, Budi berhasil membuat usahanya berkembang dengan nilai produksi mencapai 300 kilogram sehari dengan dibantu empat orang karyawan.

Budi mengungkapkan bahwa tahu dan tempe miliknya dipasarkan ke wilayah Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur dan sekitarnya dengan keuntungan bersih mencapai Rp6 juta per bulan.

Adapun, dia menuturkan bahwa melonjaknya harga kedelai sangat berpengaruh pada produksi dan daya jual.

“Dikonsumen susah ditekan untuk naik, akhirnya mau nggak mau kita tetap naikkan atau harga tetap ukurannya dikecilkan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top