Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemprov Kaltim Diklaim Berhasil Kendalikan Banjir di Samarinda

Salah satu program yang dilakukan untuk menangani banjir adalah normalisasi Sungai Karang Mumus di Samarinda.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 16 Januari 2023  |  14:32 WIB
Pemprov Kaltim Diklaim Berhasil Kendalikan Banjir di Samarinda
Banjir di Samarinda - Bisnis/Muhamad Yamin
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) diklaim telah berhasil melakukan pengendalian banjir di wilayah ibukotanya, yaitu Kota Samarinda dalam empat tahun terakhir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (PUPR dan Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda menyatakan pengendalian tersebut datang dari program normalisasi Sungai Karang Mumus di Samarinda.

"Normalisasi Sungai Karang Mumus dilakukan mulai dari hilir hingga hulu sungai. Kami bekerja sama dengan Korem 091/Aji Suryanatakesuma melalui Swakelola Tipe II dan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Samarinda dalam hal penyelesaian dampak sosial," ujarnya yang dikutip, Senin (16/1/2023).

Sebagaimana diketahui, normalisasi Sungai Karang Mumus merupakan salah satu target capaian misi Kaltim Berdaulat oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi.

Pria yang akrab disapa Nanda ini mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim telah memberikan bantuan keuangan (bankeu) sebesar Rp10 miliar kepada Pemerintah Kota Samarinda untuk penyelesaian dampak sosial pada tahun 2019.

Penyelesaian dampak sosial yang dimaksud ialah terkait pembebasan kawasan bantaran sungai yang selama ini banyak didiami masyarakat.

"Progres penanganan normalisasi Sungai Karang Mumus sampai dengan tahun 2022 telah mencapai 70 persen atau sekitar 12 km dari panjang sungai 17 km," jelasnya.

Kemudian, Nanda menyebutkan penanganan yang dilakukan memiliki dampak sangat positif, dimana luasan genangan banjir, tinggi areal genangan dan durasi waktu genangan banjir mengalami penurunan signifikan.

Pada November 2022, dia menyebutkan luas, tinggi, dan durasi genangan sudah jauh lebih terkendali dibandingkan dengan kondisi intensitas hujan tinggi pada Juni 2019.

"Kami berharap dengan program pengendalian banjir melalui normalisasi Sungai Karang Mumus ini, pengendalian banjir di Samarinda dan sekitarnya akan lebih baik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir kaltim
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top