Perspektif Bisnis Menarik, Komisaris BPD Seluruh Indonesia Konsolidasi Dukung IKN

IKN Nusantara dipandang menarik dari perspektif bisnis bagi Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD-SI).
Ketua Forum Komunikasi Dewan Komisaris (FKDK) BPDSI Farid Rahman (keempat kanan) bersama para stakeholder perbankan dalam Rakernas FKDK BPDSI di Kota Balikpapan, Kamis (11/5/2023).
Ketua Forum Komunikasi Dewan Komisaris (FKDK) BPDSI Farid Rahman (keempat kanan) bersama para stakeholder perbankan dalam Rakernas FKDK BPDSI di Kota Balikpapan, Kamis (11/5/2023).

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dipandang menarik dari perspektif bisnis bagi Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD-SI).

Hal tersebut dibahas dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Forum Komunikasi Dewan Komisaris (FKDK) BPD-SI di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (11/5/2023).

Komisaris Utama PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) Zainuddin Fanani menyatakan jumlah peserta Rakernas mencapai 175 orang, terdiri dari Dewan Komisaris, jajaran direksi BPD se-Indonesia, dan komite. 

Peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar yang mengikuti seminar, rapat kerja nasional, dan business trip. Acara business trip bertujuan meningkatkan daya beli terhadap UMKM sekaligus memperkenalkan produk lokal, serta mendorong okupansi perhotelan dan pendapatan dari pajak daerah.

Dia menambahkan, salah satu fokus dalam acara ini adalah sinergisitas BPD se-Indonesia dalam membangun IKN Nusantara. 

“Para peserta akan mengunjungi titik nol pembangunan IKN untuk melihat langsung progresnya. Esok, akan ada pemaparan dari Deputi Pengendalian Pembangunan IKN, Dr. Thomas, yang mungkin akan membuka peluang bisnis dan kerja sama di masa depan,” ujarnya kepada awak media, Kamis (11/5/2023).

Kendati demikian, dia menyebutkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik tetap diterapkan dan menjadi prioritas dalam sinergi BPD se-Indonesia melalui kolaborasi untuk membangun IKN.

Ketua Forum Komunikasi Dewan Komisaris (FKDK) BPDSI Farid Rahman menyatakan pada pertemuan kali ini, akan dibahas mengenai perubahan-perubahan yang terjadi dalam sektor perbankan global, terutama dengan diberlakukannya Undang-Undang P2SK yang berkaitan dengan inovasi digital. 

“Dalam pertemuan ini, kita akan mengkaji bagaimana penerapan dan tantangan yang dihadapi terkait Undang-Undang P2SK baru, serta mengantisipasi perubahan di sektor perbankan, termasuk dengan adanya komisioner OJK baru di bidang digital,” terangnya.

Pria yang menjabat sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB ini juga mengungkapkan bahwa Rakernas ini akan menjadi ajang konsolidasi bagi lebih dari 100 anggota Dewan Komisaris, termasuk pengawasan berbagai program yang akan diadakan tahun ini. 

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerja sama antar BPD agar lebih solid,” ungkapnya. 

Adapun, dia menuturkan bahwa BPD merupakan bank kelima terbesar di Indonesia, setelah BRI, Mandiri, BCA, dan BNI, dengan total aset mencapai Rp900 triliun. 

“BPD harus dianggap sebagai kekuatan yang signifikan dalam industri perbankan nasional,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper