Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Vaksin DBD Diberikan di Balikpapan, Kemenkes Kaji Program Nasional

Vaksin ini merupakan inovasi baru yang sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Agustus 2022 lalu.
Vaksin DBD/lancet
Vaksin DBD/lancet

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Dua kota di Provinsi Kalimantan Timur yaitu Balikpapan dan Bontang segera melakukan vaksin demam berdarah Dengue (DBD) guna menekan angka kasus yang terus meningkat. 

Vaksin ini merupakan inovasi baru yang sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Agustus 2022 lalu.

Kepala Dinas Kabupaten Kota Balikpapan (DKK) Andi Sri Juliarty menyatakan vaksin ini akan disuntikkan sebanyak dua kali pada anak usia 6 sampai 15 tahun, dengan jarak tiga bulan dari suntik pertama. 

“Ini pertama kali jenis vaksin DBD. Ini jenis vaksin baru,” ujarnya di Balikpapan, Senin (9/10/2023).

Kota Balikpapan diberikan pemerintah provinsi Kaltim sebanyak 10.000 dosis, sedangkan Bontang diberikan wall bacia, yaitu metode untuk membuat nyamuk mandul. 

“Bagaimana membuat nyamuknya itu seperti mandul. Kalau di Balikpapan, intervensi yang dicoba adalah memberikan vaksin berdarah dengue,” ungkapnya.

Wanita yang akrab disapa Dio ini mengungkapkan bahwa pihaknya berkunjung ke sekolah-sekolah untuk melakukan vaksinasi dan penyuntikannya dilakukan tenaga Puskesmas. Namun, layanan sendiri tidak dibuka di puskesmas. 

Menurutnya, ini harus disosialisasikan terlebih dahulu dan mendapat persetujuan dari pihak sekolah dan orang tua karena termasuk jenis vaksin baru. “Ini memang bukan imunisasi wajib,” terangnya.

Adapun, dia menambahkan, Dinkes Kota Balikpapan terlebih dahulu akan menyasar wilayah terbanyak kasus DBD di Balikpapan, yakni wilayah Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah. 

“Kita akan mulai pertama pada sekolah-sekolah di wilayah tersebut, hari ini kami akan sosialisasikan kepada seluruh Kepala Sekolah yang ada di utara dan di tengah, tentang bagaimana vaksin DBD ini supaya diteruskan dulu kepada orang tua sebelum kita akan memulainya kira-kira pada bulan November nanti,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi mengatakan vaksin adalah inovasi baru sebagai upaya mencegah terkena demam berdarah. 

Imran menambahkan, vaksin DBD ini sudah digunakan di beberapa negara seperti Brasil, Filipina, Meksiko, dan Thailand. 

Adapun, dia berharap vaksin ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah DBD di Indonesia. 

“Kami sedang mengkaji apakah vaksin ini bisa menjadi program nasional pada 2025. Kami akan melihat hasil dari intervensi yang dilakukan di Balikpapan dan Bontang,” pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper