Potensi Ekonomi Perbatasan Kalbar Bisa Sumbang 2%

Oleh: Yanuarius Viodeogo 23 Maret 2017 | 19:17 WIB
Jembatan Tayan: Foto saat pemasangan struktur baja lengkung Jembatan Tayan./pu.kalbarprov.go.id

Bisnis.com, PONTIANAK – Kalangan akademisi menilai kawasan perbatasan di Kalimantan Barat bisa menyumbang 1,6%-2% untuk pertumbuhan ekonomi provinsi karena wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Universitas Tanjungpura Pontianak Eddy Suratman mengatakan kalau sekitar wilayah yang memiliki akses langsung dengan negara tetangga dioptimalkan sejak dulu maka setidaknya pada 2016 pertumbuhan ekonomi Kalbar menyentuh angka 6,5% atau 7%.

“Ini hitung-hitungan saya saat 10 tahun lalu meneliti masa depan perbatasan. Tapi sekarang, saya lihat masa depan lagi. Saya optimis komitmen Presiden Joko Widodo membangun perbatasan, semoga bisa membuat wilayah Kalbar maju,” kata Eddy, Rabu (22/3).

Akhir 2016, pertumbuhan ekonomi Kalbar ditutup pada angka 5,22% atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02%. Menurutnya, penyumbang terbesar ekonomi Kalbar dari sektor pertanian mencapai 1,01%, pertambangan sebesar 0,9% dan industri pengolahan sebesar 0,74%.

Eddy menguraikan satu persatu potensi di wilayah perbatasan yakni, pertama potensi sumber daya air. Masing-masing kecamatan yang memiliki garis perbatasan memiliki sumber mata air sungai dan laut yang bisa dikelola dengan optimal untuk perikanan dan tenaga listrik.

Pengembangan budidaya ikan air tawar misalnya, kata dia, mestinya bisa dioptimalkan di Kabupaten Kapuas Hulu yang memiliki Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Badau. Sekitar 1,5 jam sebelum PLBN terdapat Danau Sentarum yang menghasilkan beragam jenis ikan sungai.

Selain itu, lanjutnya, potensi perikanan laut di Kabupaten Sambas lokasi PLBN Aruk. Area pesisir di kabupaten ini langsung terhubung dengan Laut China Selatan sebagai sumber tangkapan nelayan-nelayan tanah air dan beberapa negara tetangga.

“Potensi lainnya, di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Jasa di Kabupaten Sintang, Entikong di Kabupaten Sanggau seperti peternakan karet, padi, kerajinan tikar bidai, perkebunan kelapa sawit, dan kakao,” tuturnya.

Adapun potensi berikutnya, tambah Eddy, adalah pertambangan seperti batubara, bauksit, bijih besi, emas, galena, mangaan, tembaga dan zirkon. “Pemerintah perlu melengkapi infrastruktur pendukung untuk mempercepat pembangunan perbatasan dengan menambah Dana Alokasi Khusus (DAK).”

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalbar Dwi Suslamanto optimistis perekonomian Kalbar semakin membaik dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi diprediksi antara 5,19%-5,59% yang ditopang oleh ekspor dan konsumsi pemerintah.

“Pertumbuhan dari komponen ekspor mencapai 33,87% didorong peningkatan ekspor tambang alumina. Pada 2016, pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 4,86%,” ucapnya.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya