BI Bantu Bibit Bawang Merah 2 Ton di Balikpapan dan Penajam

Oleh: Nadya Kurnia 26 September 2017 | 19:55 WIB
BI Bantu Bibit Bawang Merah 2 Ton di Balikpapan dan Penajam
Buruh tani menyiram tanaman bawang merah/ANTARA-Oky Lukmansyah

Bisnis.com, BALIKPAPAN-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan memberikan bantuan bibit bawang merah kepada dua kelompok tani di kota minyak dan Kabupaten Penajam Paser Utara, masing-masing sebanyak 1,15 ton.

Pemberian bantuan bibit tersebut merupakan upaya pengembangan klaster bawang merah di masing-masing daerah. Keberadaan klaster diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat atas pasokan bawang merah dari luar daerah.

Oleh sebab itulah, hingga saat ini, bawang merah masih menjadi salah satu komoditas yang sering menyumbang andil dalam laju inflasi di Balikpapan dan Penajam.

Adapun jenis bibit yang diberikan adalah varietas Bima Brebes label ungu. Jenis umbi tersebut dapat dipanen untuk ditangkar dan dijadikan bibit kembali oleh petani.

"Masalahnya sekarang ini, petani lokal kan masih bergantung pada pasokan bibit dari luar daerah. Jadi kami ingin membantu kelompok tani agar mandiri produksinya," jelas Kpwk Bisnis Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani, Selasa (26/9/2017).

Selain memberikan bantuan bibit, bank sentral juga berencana membangun gudang penangkaran untuk menyimpan hasil panen untuk kemudian ditanam kembali.

Dia mengatakan program pengembangan klaster ini akan berlangsung dalam skema tahun jamak hingga 2019, dengan memberdayakan dua kelompok tani di masing-masing daerah.

Masing-masing kelompok memiliki luas lahan tanam 1 hektare. Berdasarkan tingkat kesiapan, kelompok tani di Penajam dinilai lebih siap lantaran telah memiliki peralatan tanam berteknologi mutakhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Balikpapan Yosmianto mengatakan rata-rata kebutuhan bawang merah di kota minyak mencapai 3 Kg per orang dalam setahun.

"Dengan adanya program klaster ini, kami berharap produksi bawang merah dapat meningkat. Memang benar selama ini para petani memang terkendala ketersediaan bibit yang masih didatangkan dari luar kota," ujarnya.

Saat ini, terdapat lima kelompok tani di Balikpapan, masing-masing kelompok beranggotakan 30 petani. Adapun luasan tanam rata-rata seluas 1 Ha per kelompok.

Empat kelompok tani yang tidak masuk dalam program pengembangan klaster, lanjut dia, akan memperoleh bantuan bibit dari pemerintah pusat tahun ini, untuk luasan tanam 5 Ha.

"Rencananya memang begitu, 5 hektare lahan akan dibantu pengadaan bibitnya oleh pemerintah pusat, tapi kami belum tahu kapan realisasinya," tutup Yos.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya