BI Launching Bantuan Pangan Non Tunai di Penajam Paser Utara

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan bersama Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Bank Mandiri melakukan launching penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sophia Andayani
Sophia Andayani - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  17:45 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan bersama Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Bank Mandiri melakukan launching penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Penajam Paser Utara.

Bantuan Sosial Non Tunai merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong keuangan inklusif.

Ke depan, hanya ada satu kartu untuk menerima semua bantuan sosial pemerintah.

"Kartu tersebut dapat digunakan untuk menebus beras dan telur di e-warong atau elektronik warung gotong royong yang merupakan agen perbankan anggota Himbara maupun e-warong KUBE yang dibentuk oleh Kementerian Sosial sesuai harga yang berlaku," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, Kamis (18/7/2019).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Pemuda tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati PPU, Hamdam.

Bimo menjelaskan Program BPNT diluncurkan sebagai upaya untuk menyalurkan bantuan pangan pemerintah secara optimal dengan prinsip tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

Dalam launching tersebut, dilakukan uji coba transaksi pembelian komoditas beras dan telur oleh 4 KPM dengan menggunakan dana BPNT melalui mesin EDC Bank Mandiri.

"Nominal BPNT yang diterima adalah Rp110 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per bulan. Kabupaten PPU mulai menyalurkan BPNT sejak bulan Juni 2019 dengan jumlah KPM yang menerima BPNT sebanyak 9.565 KPM.

Program BPNT diharapkan dapat memberi keleluasan penerima manfaat program dalam memilih jenis, kualitas, harga, dan tempat membeli bahan pangan.

"Program ini juga diharapkan mendorong peningkatan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan ribuan kios atau warung dan toko yang dimiliki masyarakat. Di sisi lain, program juga diharapkan turut mendorong inklusi keuangan melalui implementasi transaksi pembelian secara elektronik melalui sistem perbankan," tutup Bimo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penajam paser utara, bi balikpapan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top