Bank Indonesia Balikpapan Dorong Pelaku IKM Bersiap Hadapi Era Industri 4.0

"Bagaimana mereka meningkatkan produksinya. Indonesia 4.0 menjadi hal baru bagi IKM, mereka harus dibenahi untuk memanfaatkan teknologi digital."
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  16:23 WIB
Bank Indonesia Balikpapan Dorong Pelaku IKM Bersiap Hadapi Era Industri 4.0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto - Bisnis/Gloria Fransisca

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan mendorong pelaku industri kecil dan menengah untuk melakukan standarisasi produksi dan meningkatkan kapasitas SDM agar mampu bersaing di era revolusi digital.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan untuk bisa merealisasikan IKM Go Digital berbasis Indonesia 4.0 maka pelaku usaha lokal harus dibantu oleh pemerintah kota dan segenap stakeholder.

IKM lokal berbasis digital, kata Bimo, tidak hanya ditafsirkan sebagai pembukaan akses terhadap marketplace saja tetapi perlu ada perhatian khusus untuk aspek teknis produk IKM asal Balikpapan. IKM asal Balikpapan diharapkan juga bisa lolos standar ekspor dan mendukung ekonomi Indonesia di kancah global.

“Kalau orang melupakan, capacity building akan jadi percuma. Bagaimana mereka membenahi manajemen, bagaimana mereka meningkatkan produksinya. Indonesia 4.0 menjadi hal baru bagi IKM, mereka harus dibenahi untuk memanfaatkan teknologi digital,” ujar Bimo kepada Bisnis di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Rabu (28/2/2019).

Bimo menyebut landasan utama IKM yang kuat dari suatu daerah bisa diukur dari tingkat keseriusan pemerintah daerah melalui kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan.

Sejauh ini, BI mengapresiasi Pemerintah Kota Balikpapan yang sudah mencoba mengalihfungsikan Gedung Parkir Klandasan sebagai Balikpapan Creative Center, yang mana ingin dikembangkan menjadi pusat oleh-oleh dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khas Balikpapan.

“Kita bisa lihat barang apa saja yang ada disitu. Itu harus didukung promosi yang kuat, strategi yang kuat, yang tadi orang tahu, orang mau cek UMKM khas Balikpapan atau Kalimantan, larinya kesitu,” ujar Bimo.

Manajer Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveillans Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Nyi Mas Mirnayanti Jayasari menambahkan, salah satu catatan penting IKM di Balikpapan menghadapi Indonesia 4.0. adalah minimnya kualitas IKM yang punya standar premium.

Umumnya, produk IKM yang berada di Balikpapan masih dalam kualitas middle dan low yang banyak dijumpai di pusat perbelanjaan Kebun Sayur.

Guna meningkatkan geliat produksi IKM berstandar premium sejak 2018 Bank Indonesia mengembangkan local economic development salah satunya yang memproduksi produk premium itu Batik Vi.

“Untuk bisa ke pasar internaisonal ada juga beberapa yang lolos kurasi USA dari BI dan Dekranasda hanya Batik Vi. Mereka sampai ikut festival di New York Now. Kita dampingi dan harapan membuka akses pasar. Paling tidak dia bisa mengetahui selera pasar disana seperti apa. Kami rencananya melakukan kurasi yang sama untuk produk yang lain juga,” kata Mirna.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan persoalan sumber daya manusia dan bahan baku masih menjadi tantangan untuk mewujudkan industri kecil menengah (IKM) yang maju berbasis Indonesia 4.0.

“Misalnya di Kaltim ingin mengembangkan muslim fashion, maka perlu ada perencanaan makro promosi, pelatihan SDM melalui dana dekonsentrasi. Pameran ke Jakarta juga menggunakan dana dekonsentrasi,” terang Gati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bi balikpapan

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top