BI : Potensi Ekonomi Syariah di Kaltim Masih Besar

Oleh: Muhamad Yamin 20 Desember 2017 | 13:04 WIB
BI : Potensi Ekonomi Syariah di Kaltim Masih Besar
Ilustrasi

Bisnis.com, SAMARINDA - Kalimantan Timur memiliki potensi ekonomi dan keuangan syariah yang masih sangat besar. Hal itu terlihat dari jumlah santri di Kaltim mencapai 20.805 orang yang tersebar di 149 pondok pesantren.

"Selain itu, total penerimaan ZIS di Kaltim pada tahun 2016 sebesar Rp24,5 miliar. Selama semester I 2017 penerimaan ZIS Kaltim mencapai Rp19,6 miliar dengan komposisi Rp16,6 miliar berasal dari zakat mal diikuti Rp1,7 miliar dari zakat infaq, dan Rp1,3 miliar dari fitrah," jelas Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, I Nyoman Ariawan Atmaja, Rabu (20/12/2017).

Menurut I Nyoman, sektor keuangan sosial syariah yaitu zakat, infaq, sadaqah dan wakaf (ZISWAF), jika dioptimalkan dapat berfungsi sebagai mesin penggerak baru bagi pembangunan bangsa ini, dari mulai skala daerah maupun nasional.

"ZISWAF ini sebagai bentuk partisipasi aktif sosial masyarakat memiliki potensi untuk mendukung berbagai program investasi nasional yang terkait dengan kepentingan publik, seperti pembangunan infrastruktur, rumah sakit, maupun fasilitas publik lainnya," kata I Nyoman.

Saat ini, Bank Indonesia juga telah berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia, dan Bappenas merumuskan tiga pilar yang menjadi strategi utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Tiga pilar itu terdiri, pilar permberdayaan ekonomi syariah, pilar pendalaman pasar keuangan syariah, dan pilar penguatan riset, asesmen dan edukasi termasuk sosialisasi dan komunikasi," jelas I Nyoman.

Ketiga pilar strategi utama tadi secara terintegrasi akan didukung oleh kebijakan ekonomi dan keuangan syariah internasional maupun daerah, ketersediaan dan kesiapan sumber daya insani, data dan informasi (termasuk financial technology) serta koordinasi dan kerjasama antar pihak untuk memastikan implementasi yang berkelanjutan.

Dan, untuk mengoptimalkan proses edukasi dan komunikasi, Bank Indonesia telah menginisiasi kegiatan tahunan yakni Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan di wilayah regional kita laksankan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar).

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya