Patahan Pipa Pertamina : Periksa MV Ever Judger, Polda Kaltim Enggan Berspekulasi

Oleh: Fariz Fadhillah 23 April 2018 | 19:51 WIB
Patahan Pipa Pertamina : Periksa MV Ever Judger, Polda Kaltim Enggan Berspekulasi
Direktur Dit Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol. Yustan Alpiani memantau langsung proses pengangkatan potongan pipa terakhir, Minggu (22/4/2018)./Bisnis-Fariz Fadhillah

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Memasuki pekan ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim tengah fokus mendalami penyebab pipa milik Pertamina patah di perairan Teluk Balikpapan dan berujung tumpahnya minyak mentah di sana.

Penyelidikan dipastikan bergulir setelah barang bukti berupa patahan pipa berhasil diangkat dari kedalaman 22 meter, Minggu (22/4) oleh tim gabungan.

Proses pengangkatan memakan waktu selama 21 hari pasca-insiden tumpahan minyak mengingat faktor cuaca dan arus bawah laut.

Pipa sepanjang 49 meter sengaja dipotong menjadi tiga bagian guna memudahkan tim laboratorium forensik dari Surabaya melakukan pemeriksaan.

Untuk diangkat ke atas permukaan, Kapal Barge Crane Base Sea Haven 2 milik Pertamina dikerahkan, termasuk tim penyelam di dalamnya.

Saat ini pipa berada di dermaga khusus. Pertamina dalam hal ini menyediakan lokasi pemeriksaan pipa di darat guna penyelidikan.

“Pemeriksaan oleh saksi ahli kami akan jadwalkan pada Kamis-Jumat pekan ini. Siang tadi saksi mengenai muatan batu bara dari [Kementerian] ESDM sudah kami periksa,” jelas Direktur Dit Reskrimsus Kombes Pol Yustan Alpiani melalui pesan singkat kepada Bisnis, Senin (23/4/2018) sore.

Pemeriksaan yang dilakukan hari ini seputar isi muatan Kapal MV Ever Judger. Pihak ESDM dipanggil guna memastikan legalitas muatan batu bara yang diangkut kapal berbendera Panama yang ikut terpapar api saat kejadian.

“Yang pasti batu bara kita ketahui dari pelabuhan khusus batu bara miliki PT Gunung Bayan [hulu Teluk Balikpapan],” jelasnya.

Saat pengangkatan, barang bukti pipa tampak bengkok dan membentuk huruf V. Pada bagian ujungnya tampak meruncing. Permukaan pipa tampak sisa-sisa lapisan cor beton. Mengenai ini, Yustan enggan berspekulasi.

"Apakah dari Ever Judger atau dari kapal mana belum bisa kita pastikan. Menunggu hasil dari tim Labfor dulu," jelasnya.

Sementara itu, pihak Pertamina mengonfirmasi pipa pertama yang diangkat berada di cutting point E3 (line E1-E3) ukuran 7 meter dengan berat 3,5 ton. Pipa ini berhasil diangkat pada Kamis (19/4) pukul 16.05 wita.

Berselang sehari kemudian, pipa kedua dengan cutting point B3 (line D-B3) ukuran 18 meter dengan berat 9 ton sukses diangkat.

Kemudian terakhir pipa ketiga 24 meter dengan berat 12 ton terakhir berada di cutting point A3 (line B3-A3) terangkat pada Minggu (22/4) malam.

Terkait proses penegakan hukum saat ini, Koalisi Peduli Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan berencana mendatangani markas Polda Kaltim pada tengah pekan depan.

“Kami akan menuntut kejelasan atas proses hukum yang tengah berjalan," kata Husein Suwarno, Koordinator Kampanye Koalisi.

Terpisah, Region Manager Communication & CSR Kalimantan Yudi Nugraha mengatakan pihaknya siap mendukung penuh penyelidikan yang dilakukan polisi untuk mengetahui penyebab patahnya pipa.

“Kami juga masih menunggu hasil uji laboratorium atas kualitas air Teluk Balikpapan yang sedang dilakukan KLHK," sebutnya, Senin siang.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya