Penurunan Harga Ikan Tongkol Pengaruhi Indikator Ekonomi Kalbar

Oleh: Caroline 07 November 2018 | 09:29 WIB
Penurunan Harga Ikan Tongkol Pengaruhi Indikator Ekonomi Kalbar
Ilustrasi ikan./JIBI

Bisnis.com, PONTIANAK – Penurunan harga komoditas bahan makanan mendorong kembali terjadinya deflasi di Kalimantan Barat.

"Turunnya harga ikan tongkol merupakan dampak dari mekanisme pasar akibat peralihan preferensi konsumen kepada ikan kakap merah. Turunnya harga ikan kakap merah, yang selama ini harganya relatif lebih mahal dari ikan tongkol, mendorong masyarakat untuk lebih memilih mengkonsumsi ikan kakap merah dibanding ikan tongkol," demikian rilis Kepala Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Kalbar, Adhinanto Cahyono.

TPID mencatat deflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalbar pada Oktober 2018 sebesar 0,36 persen. Secara bulanan, deflasi IHK yang terjadi di Kalbar ini, berlawanan dengan angka nasional yang tercatat mengalami inflasi IHK sebesar 0,28 persen.

Turunnya harga ikan tongkol sebagai penyumbang terbesar deflasi bulan Oktober di Kalbar, juga disampaikan oleh Badan Pusat Statistik.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat Pitono mengungkapkan, sepuluh komoditas bahan makanan yang mengalami penurunan harga tertinggi secara berurutan yaitu ikan tongkol, kangkung, udang basah, kacang panjang, ikan kembung, telur ayam ras, buncis, minyak goreng, bawang merah, dan pisang.

"Untuk Kota Pontianak, berdasarkan hasil pemantauan BPS, Kota Pontianak juga terjadi deflasi yaitu sebesar 0,29 persen. Atau terjadi penurunan IHK dari 143,76 pada September 2018 menjadi 143,34 pada Oktober 2018. Deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks pada dua kelompok pengeluaran dan kenaikan indeks pada empat kelompok pengeluaran. " kata Pitono saat membacakan perkembangan IHK di Kalbar.

Menurutnya, dari 82 kota IHK di Indonesia, ada 16 kota yang mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Bengkulu 0, 74 persen dengan IHK 141,73 dan terendah di Tangerang dengan 0,01 persen, IHK 141,63. Sedangkan Pontianak di urutan ke tujuh dari 16 kota tersebut.

"Sedangkan perbandingan antar kota di Pulau Kalimantan, deflasi tertinggi terjadi di Balikpapan dan Singkawang," katanya lagi.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya