Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aneka Tambang (ANTM) Gandeng Inalum Garap Smelter

Dua perusahaan milik negara, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) berencana membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) untuk menggarap proyek smelter grade alumina refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 15 Oktober 2015  |  20:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Dua perusahaan milik negara, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) berencana membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) untuk menggarap proyek smelter grade alumina refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.

Dua perusahaan itu akan segera membuat skema kerja sama yang akan dituangkan dalam suatu perjanjian antara pemegang saham (shareholder agreement) sebelum mendirikan perusahaan patungan tersebut.

Kedua belah pihak juga akan mengundang investor asing dari Rusia, Tiongkok atau Uni Emirat Arab untuk bekerja sama dalam proyek ini. Investor tersebut telah memiliki pengalaman di industri aluminium dan pengolahan bijih bauksit menjadi alumina.

Direktur Utama Aneka Tambang Tedy Badrujaman mengatakan kesepakatan antara kedua belah pihak tersebut merupakan langkah lanjutan setelah ditandatanganinya nota kesepahaman pada Juli lalu.

“Pembangunan SGAR Mempawah akan meningkatkan nilai cadangan bauksit Aneka Tambang yang besar melalui kegiatan hilirisasi,” paparnya dalam acara penandatanganan perjanjian antara kedua belah pihak di Kementerian BUMN, Kamis (15/10/2015).

Proyek SGAR itu rencananya memiliki kapasitas sebesar 2 juta ton SGA per tahun yang akan dibangun secara bertahap. Pada tahap pertama, kapasitas diperkirakan mencapai 1 juta ton per tahun dengan kebutuhan bijih baukit sebesar 6 juta wet metric ton (wmt).

Dengan proyek tersebut, emiten berkode saham ANTM dan Inalum dapat mengolah cadangan bauksit yang tersedia. Inalum dapat memperoleh pasokan bahan baku alumunium dari dalam negeri ehingga mengurangi ketergantungan impor alumina.

Berdasarkan suatu dokumen perjanjian antara Kementerian BUMN dan China Development Bank (CDB), nilai investasi proyek SGAR itu diperkirakan mencapai US$1,7 miliar-US$1,8 miliar atau lebih dari Rp20 triliun.

CDB diperkirakan bakal mengucurkan pinjaman senilai US$1 miliar-US$1,5 miliar kepada Aneka Tambang untuk menggarap proyek tersebut. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan rencana pemberian pinjaman itu tengah diproses pada saat ini.

Direktur Utama Inalum Winardi Sunoto mengatakan sinergi dengan Aneka Tambang merupakan salah satu upaya agar perseroan dapat merealisasikan industri hulu alumunium sehingga akan terintegrasi sampai produk hilir sebagai bagian dari upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing.

Pada saat ini, Inalum memliki kapasitas pelebuhan alumunium sebesar 250.000 ton alumunium ingot per tahun yang membutuhkan minimal 500.000 ton alumina per tahun. Pada 2020, perusahaan ingin meningkatkan kapasitas peleburan menjadi 500.000 ton yang membutuhkan 1 juta ton alumina sebagai bahan baku.

Pada tahun depan, Inalum berencana menghasilkan produk baru yaitu alumunium billet dan alumunium allyos, selain alumunium ingot yang telah diproduksi selama ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aneka tambang inalum smelter
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top