Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Lebih dari 100 Orang Pensiun Tiap Tahun, Sambas Kekurangan Tenaga Guru

Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menyatakan sampai saat ini daerahnya masih membutuhkan tambahan guru baru.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juli 2016  |  09:10 WIB
Lebih dari 100 Orang Pensiun Tiap Tahun, Sambas Kekurangan Tenaga Guru
Ilustrasi - JIBI
Bagikan
Bisnis.com, PONTIANAK - Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menyatakan sampai saat ini daerahnya masih membutuhkan tambahan guru baru.
 
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas Jusmadi, daerahnya masih kekurangan jumlah guru.
 
"Kita masih kekurangan guru. Namun saat ini pihak sekolah masih terbantu dengan adanya guru honor" ujarnya saat dihubungi di Sambas, Sabtu (16/7/2016).
 
Tercatat lebih dari dua ribu guru honor yang membantu sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sambas.
 
Jusmadi menjelaskan, saat ini jumlah tenaga pendidik mulai dari tingkat SD, SMP, SMA di Kabupaten Sambas tidak sampai lima ribu, tepatnya hanya 4.625 orang.
 
"Setiap tahun ada guru yang pindah. Selain itu setiap tahun juga guru yang pensiun lebih dari seratus orang."
 
Karena itu, pihaknya terus mengupayakan adanya penerimaan guru baru baik melalui pemerintah daerah maupun provinsi.
 
Keterbatasan tenaga pendidik masih menjadi satu di antara kendala dan tantangan dalam peningkatan pendidikan di kabupaten itu.
 
"Keterbatasan guru satu di antara hal yang dianggap krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Kabupaten Sambas, khususnya di wilayah-wilayah perbatasan atau jarang dijamah."
 
Menurut Jusmadi, tak hanya soal jumlah guru yang terbatas, tetapi juga kesejahteraan tenaga kependidikan turut menjadi persoalan tersendiri. Meski Pemerintah Kabupaten Sambas terus berupaya keras mewujudkan, tetapi terkendala keterbatasan dana.
 
"Bagi guru-guru di daerah 3 T, memang mendapat bantuan dari pusat berupa dana insentif. Tetapi masih banyak juga gaji guru honorer yang masih jauh di bawah upah minimum."
 
Ia juga menyinggung soal kebutuhan dana BOS yang masih sangat diharapkan pihak sekolah untuk pembiayaan operasional pendaftaran penerimaan murid baru, ulangan dan ujian sekolah.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan

Sumber : Antara

Editor : Yoseph Pencawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top