Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inilah Sebab Kredit Macet Perbankan Kalbar Membengkak Menurut Ekonom Kenta Institute

Ekonom Senior Kenta Institute Eric Alexander Sugandi mengatakan naiknya NPL di Kalbar karena banyak bergantung komoditas perkebunan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 29 Agustus 2016  |  15:30 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI
Bisnis.com, SAMARINDA - Ekonom Senior Kenta Institute Eric Alexander Sugandi mengatakan naiknya NPL di Kalbar karena banyak bergantung komoditas perkebunan.
 
Sementara, kenaikan NPL di Kaltim karena bergantung komoditas pertambangan energi terutama batu bara dan minyak.
 
"Harga komoditas perkebunan dan energi di pasar global memang tertekan tahun ini," ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.
 
Menurutnya, investasi di sektor energi terutama minyak dan gas membutuhkan modal yang jauh lebih besar dibandingkan dengan berinvestasi di sektor perkebunan.
 
Walaupun memang harga migas relatif lebih tertekan dibandingkan harga untuk komoditas perkebunan.
 
"Ini menyebabkan kenapa NPL sektor pertambangan di kaltim bisa melonjak tajam," katanya.
 
Melonjaknya NPL di sektor pertambangan Kaltim ini, lanjut Eric, membuat banyak perusahaan yang gagal bayar karena anjloknya harga migas dibandingkan dengan 2015.
 
"Selain itu, pinjaman di sektor tambang memang besar jumlahnya, karena  kebutuhan dana investasi yang besar," ucapnya.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit macet
Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top