Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Paling Banyak Terjadi di Pontianak

Ketua Pokja Data dan Informasi KPAI Kalbar Alik R Rosyad mengatakan, secara keseluruhan kasus aduan tersebut paling dominan adalah kasus hak kuasa asuh, penelantaran serta kejahatan seksual terhadap anak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Oktober 2016  |  22:45 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, PONTIANAK - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Provinsi Kalimantan Barat mencatat hingga September 2016, terdapat 80 pengaduan terkait kasus kekerasan pada anak di daerahnya.

Ketua Pokja Data dan Informasi KPAI Kalbar Alik R Rosyad mengatakan, secara keseluruhan kasus aduan tersebut paling dominan adalah kasus hak kuasa asuh, penelantaran serta kejahatan seksual terhadap anak.

KPAI Kalbar mencatat, kasus aduan kekerasan terhadap anak cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2013 sebanyak 56 kasus aduan, kemudian 2014 sebanyak 83 kasus dan 2015 sebanyak 106 kasus.

"Sementara untuk tahun ini saja, sudah tercatat sebanyak 80 aduan, terkait kasus kekerasan terhadap anak," ungkapnya, Kamis (13/10/2016).

Menurut dia, data pengaduan diterima cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Peningkatan tersebut disebabkan oleh dua kemungkinan, yakni karena memang secara kuantitas kasusnya bertambah, tetapi bisa jadi juga karena secara kuantitas kasus tetap, tapi munculnya kesadaran masyarakat terhadap terhadap kasus-kasus seperti ini yang dulu mungkin dianggap sesuatu yang tabu.

Dari total pengaduan yang diterima, sebanyak 75% bersumber dari laporan masyarakat Kota Pontianak, sisanya baru dari daerah lain.

"Bisa jadi di daerah lainnya bukannya karena tidak ada kasus kekerasan terhadap anak, tetapi karena jauhnya jangkauan atau faktor lainnya."

Alik menambahkan, karena keterbatasan sumber daya manusia tidak semua daerah bisa mereka datangi, apalagi wilayah Kalbar sangat luas.

"Dalam memberikan pendampingan, kami biasanya mengkoordinasikannya dengan lembaga atau instansi terkait, misalnya dengan pihak kepolisian setempat, dan lain sebagainya."

Namun jika memang dianggap penting, KPAI Kalbar langsung datang pada daerah tertentu untuk mensupervisi penyelesaian kasusnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak

Sumber : Antara

Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top