Barito Utara Hilangkan Kesan Seremonial

Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggelar festival tandak intan agama Hindu Kaharingan se kabupaten setempat pada 13-15 Oktober 2016.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Oktober 2016  |  23:45 WIB
Barito Utara Hilangkan Kesan Seremonial
Ilustrasi - kalamanthana.com

Bisnis.com, MUARA TEWEH - Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggelar festival tandak intan agama Hindu Kaharingan se kabupaten setempat pada 13-15 Oktober 2016.

"Penyelenggaraan festival tandak intan kaharingan ini tidak hanya sekedar bermakna sebagai peneguhan iman umat Hindu Kaharingan saja, tetapi lebih jauh diharapkan menjadi barometer untuk mengukur hasil atau out come kegiatan pembelajaran agama hindu kaharingan yang berlangsung di tengah masyarakat melalui berbagai sekolah yang tersebar di kabupaten yang semboyan 'iya mulik bengkang turan' ini," tutur Bupati Barito Utara Nadalsyah saat membuka kegiatan di Balai Basarah Muara Teweh, Kamis (13/10/2016).

Menurut Nadalsyah, apabila daerah mampu menyelenggarakan kegiatan pembelajaran agama di lingkungan masing-masing, berarti daerah tersebut dapat melakukan pengkaderan peserta yang berprestasi secara mandiri.

"Sehingga dapat mengirimkan utusannya yang baru pada setiap penyelenggaraan festival tandak intan kaharingan tingkat provinsi atau tingkat nasional."

Bupati Nadalsyah mengatakan bahwa kegiatan festival tandak intan kaharingan ini hendaknya dihindarkan hal-hal yang sifatnya seremonial dan kehilangan makna dan ruh-nya.

"Untuk itu marilah kita jadikan setiap penyelenggaraan festival tandak intan Kaharingan ini, sebagai momen untuk mendorong meningkatkan pengetahuan, penghayatan dan pengamalan ajaran kitab suci intan kaharingan di lingkungan keluarga. Khususnya masyarakat Hindu Kaharingan."

Dia menjelaskan, apabila daerah mampu menyelenggarakan kegiatan pembelajaran agama di lingkungan masing-masing, berarti daerah tersebut dapat melakukan pengkaderan peserta yang berprestasi secara mandiri. Sehingga dapat mengirimkan utusannya yang baru pada setiap penyelenggaraan Festival Tandak Intan Kaharingan tingkat provinsi atau tingkat nasional.

Umat Hindu Kaharingan meyakini, Kitab Suci Panaturan merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis-habisnya untuk digali dan dikaji.

"Untuk itu kajian-kajian Kitab Suci Panaturan ini perlu digiatkan di lingkungan masyarakat, khususnya umat Hindu Kaharingan, menuju pada pemahaman utuh dan benar serta memerlukan bimbingan dari para ulama yang berkompeten dibidangnya."

Bupati juga mengajak semua perguruan tinggi Agama Hindu atau sekolah-sekolah yang berbasis Hindu Kaharingan baik negeri maupun swasta, lebih meningkatkan peranannya membina disiplin ilmu yang berkaitan dengan ajaran suci intan kaharingan.

Secara signifikansi nilai-nilai Panaturan sebagai pandangan hidup umat Hindu Kaharingan perlu ditumbuh-kembangkan melalui proses pendidikan baik formal maupun informal.

Dan yang terpenting adalah keteladanan para orang tua terhadap anak-anaknya, keteladanan guru di sekolah dan keteladanan para pemimpin yang memberi pengaruh terhadap masyarakat baik melalui kebijakan-kebijakan yang dibuatnya maupun perilaku kepemimpinan yang seringkali menjadi tolak ukur moral masyarakat.

Dalam kesempatan itu pula Bupati mengimbau kepada para ulama, guru pemimpin umat untuk maju secara bersama meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama di tengah masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
festival

Sumber : Antara

Editor : Yoseph Pencawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top