Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik Kompos, Pemkot Balikpapan dan Pupuk Kaltim Berembuk

Pengolahan kompos berbahan baku sampah organik di Kota Balikpapan ditargetkan dapat dimulai pada akhir 2016.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 22 November 2016  |  17:34 WIB
Pengolahan pupuk organik. - JIBI
Pengolahan pupuk organik. - JIBI

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pengolahan kompos berbahan baku sampah organik di Kota Balikpapan ditargetkan dapat dimulai pada akhir 2016.

Saat ini PT Pupuk Kaltim dan Pemerintah Kota Balikpapan masih berembuk untuk menentukan lokasi pendirian tempat pengolahan.

Seperti yang pernah diberitakan, PT Pupuk Kaltim dan Pemkot Balikpapan bekerja sama dalam hal penyediaan sampah organik untuk bahan baku kompos bagi Pupuk Kaltim. Kota Balikpapan bahkan digadang-gadang menjadi sentra industri pupuk organik.

Kota Balikpapan memiliki sampah organik dengan jumlah yang cukup besar untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos, yakni 93.000 ton per tahun. Dari jumlah itu, Pupuk Kaltim memperkirakan dapat memproduksi 63.000 ton kompos per tahun.

"Pupuk Kaltim sebelumnya sudah produksi kompos atau pupuk organik, tapi jumlahnya tidak banyak, per tahunnya sekitar 25 ton hingga 50 ton. Bahan bakunya dari sampah organik di dalam kota.

Dengan adanya pasokan bahan baku dari Balikpapan, jumlah produksi bisa ditingkatkan," jelas Superintendent Publikasi dan Dokumenti PT Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, Selasa (22/11/2016).

Menurutnya, kelayakan pendirian tempat pengolahan sampah organik tak membutuhkan banyak persyaratan teknis.

Lokasi yang berada sedekat mungkin dengan tempat pemilihan sampah merupakan pertimbangan utama. Sebab dengan jarak yang dekat, mobilisasi akan lebih mudah.

Pemerintah kota akan berperan dalam penyediaan lahan, sementara pendirian infrastruktur pabrik pengolahan sampah organik akan dilakukan oleh Pupuk Kaltim.

Nantinya, hasil produksi kompos itu dapat dimanfaatkan oleh petani-petani lokal di sentra pertanian Kaltim.

"Saat ini kebutuhan pupuk organik di Kaltimra dan Kalsel mencapai 300.000 ton. Jumlahnya masih besar bila dibanding dengan jumlah produksinya, makanya kami berupaya untuk meningkatkan produksi pupuk organik," tukas Sugeng.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk
Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top