Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasok Solar Bersubsidi di Kalsel Bermasalah

Kalimantan Selatan mengalami masalah pasokan solar bersubsidi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Maret 2018  |  14:41 WIB
Ilustrasi: Kendaraan antre untuk mengisi BBM. - JIBI/Dwi Prasetya
Ilustrasi: Kendaraan antre untuk mengisi BBM. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, BANJARMASIN - Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga kini masih terjadi antrean panjang mobil, truk dan jenis angkutan lainnya untuk mendapatkan solar bersubsidi.

Antrean panjang truk atau angkutan pengguna solar sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Hal itu terjadi antara lain di SPBU swasta di Jalan Trikora dekat Masjid Agung Al Munawar Banjarabru, sekitar 35 kilometer utara Banjarmasin, antrean truk hingga tepi jalan umum tersebut.

Selain itu, pada SPBU Jalan Trikora dekat pertigaan jalan arah ke Kecamatan Cempaka, serta di Muara Liang Anggang/Jalan Subardjo (Jalan Lingkar Selatan), kesemuanya perpanjangan Pertamina yang juga masuk wilayah Kota Banjarbaru.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Jalan Ahmad Yani Km 17 Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar yang notabena merupakan perpanjangan oprator Pertamina.

Sejumlah sopir truk mempertanyakan kapan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali normal seperti sedia kala atau tahun-tahun sebelumnya.

Pertanyaan itu sehubungan dengan kembali terjadinya antrean panjang truk untuk mendapatkan solar bersubsidi pada beberapa SPBU di Kalsel.

Jujus, 47 tahun, pengemudi dan sekaligus pemilik truk berharap, persediaan dan penyaluran solar bersubsidi pada SPBU bisa secepatnya normal kambali.

Sebab, menurut ayah dari tiga anak itu, kalau solar bersubsidi sering kosong di SPBU, bisa berpengaruh terhadap biaya angkutan barang dan berdampak pada kenaikan harga komoditas tertentu.

Selain itu, yang tidak kalang pentingnya, agar harga solar atau BBM bersubsidi jangan mengalami kenaikan. "Pasalnya kalau harga naik dan sulit mendapatkan solar bersubsidi tersebut, maka bisa menimbulkan persoalan baru," ujar Jujus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BBM
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top