Empat Emiten Lakukan Public Expose Pada Investor Summit di Balikpapan

Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan menggelar Investor Summit di Balikpapan.
Rachmad Subiyanto | 25 September 2018 11:10 WIB
Salah satu emiten melakukan paparan publik dalam Investor Summit 2018 di Balikpapan, Selasa (25/9/2018). - JIBI/Rachmad Subiyanto

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan menggelar Investor Summit di Balikpapan.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kalimantan Timur Dinda Ayu Amalliya mengatakan acara ini seperti lazimnya public expose yang menyampaikan laporan kinerja dari emiten.

“Tujuannya agar masyarakat dapat langsung bertanya kepada perusahaan yang bersangkutan mengenai kinerjanya,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (25/9/2018).

Balikpapan menjadi kota ketujuh sebagai tempat digelarnya Investor Summit 2018. Pada enam lokasi penyelenggaraan sebelumnya, tercatat telah diikuti oleh 1.527 pengunjung melampaui target 1.300 pengunjung.

Tercatat akan ada empat emiten yang akan menggelar paparan publik, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., PT Bukit Asam (Persero) Tbk. dan PT Intraco Penta Tbk.

Sementara itu, dalam market outlook yang disampaikan di Investor Summit di Balikpapan, return dari pasar modal Indonesia dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun merupakan yang tertinggi di dunia. Berdasarkan data, return dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun mencapai 112,38%.

Kondisi ini menunjukkan kondisi pasar modal Indonesia cukup baik. Selain dari data tersebut, jumlah perusahaan yang melantai di bursa melalui IPO pun jumlahnya bertambah yakni pada 2017 sebanyak 37 perusahaan sementara hingga Agustus 2018 sudah mencapai 34 perusahaan.

Komposisi investor pasar modal pun saat ini sudah mulai didominasi oleh investor domestik. Tercatat, komposisi kepemilikan investor domestik per Agustus mencapai 52,7%.

Tag : bursa efek indonesia, investor
Editor : Rachmad Subiyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top