Inflasi Kaltara 0,96%, TPID Diminta Kerja Keras Tekan Harga

Sesuai data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara), berdasar pada pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2019,
Eldwin Sangga
Eldwin Sangga - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  12:00 WIB
Inflasi Kaltara 0,96%, TPID Diminta Kerja Keras Tekan Harga
Aktivitas pedagang dan konsumen di pasar tradisional - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, TARAKAN – Sesuai data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara), berdasar pada pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2019,

inflasi di Provinsi Kaltara yang diukur di Kota Tarakan sebesar 0,96 persen. Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun, mencapai 5,49 persen.

Dibandingkan pada Desember tahun lalu, tingkat inflasi Kaltara memang lebih rendah. Untuk diketahui, Tarakan pada Desember 2018 terjadi inflasi sebesar 1,60%, dengan tingkat inflasi tahun kalender dan Tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 5,00%.

“Terjadi perubahan IHK dari 147,40 pada Desember 2018 menjadi 148,82 pada Januari 2019. Inflasi tahun kalender sebesar 0,96 persen dan inflasi tahun ke tahun pada Januari 2019 sebesar 5,49 persen,” demikian bunyi rilis yang dikeluarkan BPS Kaltara pada akhir pekan kemarin.

Selain inflasi, harga kebutuhan pokok di Kaltara, disebutkan juga masih tergolong tinggi dibandingkan dengan daerah lain.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, melihat masih tingginya angka inflasi ini perlu menjadi perhatian jajarannya.

Terutama melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk berupaya bagaimana bisa menekan harga komoditi yang menjadi penyumbang inflasi. Di antaranya kelompok bahan makanan, serta transportasi.

“Untuk inflasi transportasi, utamanya didorong oleh kenaikan harga tiket pesawat udara. Harga tiket inimerupakan kebijakan dari pusat, saya selaku gubernur juga sudah bersurat langsung ke Menteri Perhubungan untuk mengendalikan. Alhamdulillah, meski belum signifikan, sudah sedikit turun. Mudah-mudahan ini juga bisa mengendalikan inflasi pada bulan berikutnya,” kata Irianto.

Tak hanya harga tiket pesawat, upaya mengendalikan harga juga perlu dilakukan untuk komoditi bahan makanan.

Berdasar rilis BPS juga, inflasi Kaltara merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Bahkan lebih tinggi dari level inflasi nasional yang sebesar 0,32%.

Disebutkan dalam rilisnya BPS, dari 82 kota pantauan IHK nasional, pada Januari 2019 sebanyak 73 kota mengalami inflasi dan 9 kota lainnya mengalami deflasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, kaltara

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top