Nasib Lahan Eks Puskib Tak Kunjung Jelas, Jadi Ruang Terbuka Hijau?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengaku masih melakukan kajian terkait alih fungsi lahan bekas Pusat Kegiatan Islamiah Balikpapan dari Perusda PT Melati Bhakti Setya kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk difungsikan sebagai ruang terbuka hijau.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  18:03 WIB
Nasib Lahan Eks Puskib Tak Kunjung Jelas, Jadi Ruang Terbuka Hijau?
Status lahan eks Puskib.

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengaku masih melakukan kajian terkait alih fungsi lahan bekas Pusat Kegiatan Islamiah Balikpapan dari Perusda PT Melati Bhakti Setya kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk difungsikan sebagai ruang terbuka hijau.

Pelaksana Tugas Sekda Pemprov Kaltim, Meiliana mengatakan Pemprov Kaltim masih melakukan koordinasi dan rapat untuk menentukan keputusan terkait permohonan Pemerintah Kota Balikpapan tersebut.

“Ini masih mau dirapatkan dulu, keputusan semua nanti dari Pak Gubernur,” ujar Meiliana kepada Bisnis melalui pesan singkat, Senin (18/2/2019).

Meiliana juga menyatakan penyelesaian masalah eks lahan Puskib untuk Supermall Balikpapan yang gagal dibangun ini akan diurus Pemprov Kaltim dalam waktu dekat. Sehingga, status lahan dan penggunaannya bisa segera terealisasi.

“Secepatnya yaa,” tambah Meiliana.

Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan tengah mengupayakan penggantian rugi atas dua kantor pemerintah, yakni Kantor Camat Balikpapan Tengah dan Kantor Lurah Mekar Sari, akibat rencana pembangunan Supermal Balikpapan yang kini terhambat kepada operator pembangunan PT MBS.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyatakan bahwa pihaknya sudah menyurati PT Melati Bhakti Setya (MBS) selaku perusda dipercaya mengelola pembangunan supermal. Rizal menyebut, pihak Perusda MBS masih melakukan penghitungan ulang untuk penggantian dua kantor pemerintahan yang tergusur akibat perencanaan supermall tersebut.

“Sudah saya sampaikan ke investor untuk mengganti kantor lurah dan camant. Ada surat perjanjian kerja samanya. Waktu itu dia minta hitung ulang dulu,” kata Rizal di Kantor Walikota Balikpapan, Senin (18/2/2019).

Oleh sebab itu, penggantian dua kantor pemerintahan itu masih dalam pengkajian pihak MBS yang telah bekerja sama dengan pihak swasta, yakni PT Sinar Balikpapan Development (SBD) sebagai pengembang Supermal Balikpapan.

“Belum fix [penggantian]. Dia itu kan ingin dibangungkan langsung, tetapi karena prototype kantor camat berubah, tak mungkin hanya dengan Rp2 miliar. Kalau tak salah kantor camat lurah lebih Rp2 miliar sehingga kami meminta diganti yang saja, karena kita akan bangun sesuai prototypenya,” terang Rizal.

Rizal menyatakan Pemkot Balikpapan juga sudah menyampaikan kehendak masyarakat Balikpapan untuk mengubah lahan Supermal Balikpapan yang awalnya lahan Pusat Kegiatan Islamiah Balikpapan (Puskib) seluas 4,9 hektare untuk menjadi ruang terbuka hijau saja.

“Kalau bisa itu diberikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan saja, agar bisa dimanfaatkan untuk RTH an untuk alun-alun fasilitas masyarakat,” pungkas Rizal.

Rizal menyebut status aset lahan itu awalnya sudah dialihfungsikan dari swasta kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui penyertaan modal kepada MBS yang bekerjasama dengan swasta. Kini, Pemprov Kaltim sedang mengkaji status lahan dan perjanjian awal mengingat lahan itu sudah tak dibangun sekian lama.

“Ketika provinsi sudah ambil kita tak bisa apa-apa. Asetnya sudah dihapuskan,” ujar Rizal.

Sebelumnya Rizal mengaku bahwa lahan ini juga sebenarnya cocok untuk kepentingan membangun pusat perbelanjaan. Namun karena beberapa kendala, seperti kondisi ekonomi yang sempat lesu membuat pembangunan supermall ini menjadi terhambat.

“Salah satu menghambat kenapa supermall tidak dibangun, kan sedang lesu nih perekonomian. Kalau dibangun, dia [PT MBS] bisa rugi besar. Jadi tertunda-tunda, meskipun dia sudah mengeluarkan beberapa investasi,” jelas Rizal lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top