Boeing 737 MAX 8 Dilarang, Lion Air Ganti Pesawat Rute Majalengka-Balikpapan

Sejak beroperasi Januari 2019, rute dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan ke Bandara Kertajati, Lion Air menggunakan Boeing 737 MAX 8 berkapasitas 189 kursi kelas ekonomi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 12 Maret 2019 19:57 WIB
Lion Air

Bisnis.com, SAMARINDA - Maskapai penerbangan Lion Air Group akan mengganti jenis pesawat rute Majalengka-Balikpapan seiring dengan larangan pengoperasian jenis Boeing 737 MAX 8 oleh Kementerian Perhubungan.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan ada 10 jenis pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air. Adapun salah satunya beroperasi melayani rute Majalengka ke Balikpapan (PP).

Namun sehubungan dengan surat edaran dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tentang penghentian sementara pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX 8, maka Lion Air menyatakan akan menghentikan sementara pengoperasian 10 unit pesawat itu sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian.

Terkait dengan penumpang rute Majalengka-Balikpapan yang umumnya penumpang untuk keberangkatan haji dan umrah, Lion Air akan mengalokasikan jenis pesawat lain.

"Untuk pengoperasian selanjutnya [Majalengka-Balikpapan] akan menggunakan armada lain," kata Danang saat dihubungi Bisnis, Selasa (12/3/2019).

Dia menyatakan secara keseluruhan ada 122 armada milik Lion Air.

Sejak beroperasi Januari 2019, rute dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan ke Bandara Kertajati, Lion Air menggunakan Boeing 737 MAX 8 berkapasitas 189 kursi kelas ekonomi, Boeing 737-900ER berkapasitas 215 kursi kelas ekonomi atau Boeing 737-800NG dengan kapasitas 189 kursi kelas ekonomi.

Akibat 10 unit Boeing 737 MAX 8 dilarang terbang, maka rute untuk Majalengka-Balikpapan hanya mengandalkan Boeing 737-900ER dan Boeing 737-800NG. Beberapa jenis lain yang bisa dioperasikan untuk melayani jemaah haji adalah Airbus 330-300, dan Boeing 747-400.

"Nanti tergantung rotasi pesawatnya," kata Danang lagi.

Saat ini armada layak pakai  Lion Air antara lain; 3 unit Airbus 330-300, 38 unit Boeing 737-800NG, ada 70 unit Boeing 737-900ER, dan 1 unit Boeing 747-400.

Diketahui, Kementerian Perhubungan menyuruh menghentikan sementara operasional pesawat Boeing 737 MAX 8 karena kembali terjadinya kecelakaan pesawat serupa milik Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3/2019) setelah lepas landas dari bandara Addis Ababa, Ethiopia. Kecelakaan itu menewaskan 157 penumpang dan kru pesawat.

Tag : boeing, lion air
Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top