BUMN Bidang Logistik Tertarik Masuk KEK MBTK

Badan Usaha Milik Negara bidang logistik pergudangan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) tertarik masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Maret 2019  |  08:48 WIB
BUMN Bidang Logistik Tertarik Masuk KEK MBTK
Ilustrasi. - bisnis.com

Bisnis.com, SAMARINDA – Badan Usaha Milik Negara bidang logistik pergudangan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) tertarik masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan.

Senior Manager PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Divre Balikpapan Marwan mengatakan kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan atau KEK MBTK jelas membawa peluang ekspansi bagi perusahaan jasa logistik berpelat merah ini.

"Bisa jadi," kata Marwan kepada Bisnis saat dihubungi, Rabu (13/3/2019).

Dia menyatakan selama kawasan tersebut memiliki prospek yang baik untuk jasa pergudangan dan logistik, BGR akan mempertimbangkan peluang ekspansi ke KEK MBTK.

"Semua tergantung pusat. Kalau memang sangat prospek kami bisa ajukan," terangnya.

Marwan menyebut bisnis logistik dan pergudangan di Samarinda sangat menguntungkan dan punya potensi yang tinggi. Namun dari segi persentase Marwan mengaku bahwa bisnis logistik sangat besar porsinya dalam BGR di Kalimantan Timur sampai Kalimantan Utara.

"Bisnis gudang dan logistiknya sama-sama menunjang. Termasuk kurir untuk melengkapi," sambung Marwan.

Asal tahu saja, KEK MBTK diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut.

Berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, KEK MBTK akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas dan batubara.

Untuk kegiatan di luar pengolahan sawit dan batubara, KEK MBTK membuka peluang kegiatan lain yakni; logistik dan aneka industri.

Adapun beberapa tax allowance atau fasilitas pengurangan pajak bagi dua kegiatan itu antara lain; pengurangan penghasilan netto sebesar 30% selama 6 tahun; penyusutan yang dipercepat; PPh atas deviden sebesar 10%, dan kompensasi kerugian 5-10 tahun.

Hingga 2025, KEK yang ditetapkan pada bulan Oktober 2014 ditargetkan menarik investasi sebesar Rp34,3 triliun dan meningkatkan PDRB Kutai Timur hingga Rp4,67 triliun per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bhanda ghara reksa

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top