Kalimantan Timur Intensifkan Pengawalan Realisasi Investasi

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Timur mengintesifkan pengawalan penanaman investasi di Bumi Etam.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 08 April 2019 13:56 WIB
Aktivitas bongkar muat batu bara di salah satu tempat penampungan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, SAMARINDA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Timur mengintesifkan pengawalan penanaman investasi di Bumi Etam.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur Abdullah Sani menyatakan dalam lima tahun terakhir sejak 2014, DPMPTSP Kaltim mencatat realisasi investasi di Benua Etam sebesar Rp162,57 triliun.

Sani menyatakan pencapaian ini melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD Provinsi Kaltim Tahun 2014-2018 sebesar Rp150 triliun.

Dia menyatakan data dari DPMPTSP Kaltlim, realisasi investasi periode 2018 mencapai Rp33,81 triliun, meningkat sebesar 19,89% dibandingkan 2017.

"Tren positif ini akan tetap dipertahankan bahkan terus ditingkatkan," kata Sani di kantor DPMPTSP, Senin (8/4/2019).

Meskipun pertumbuhan investasi mengalami tren positif, Pemprov Kaltim bersama seluruh pemangku kepentingan akan mengawal investasi lebih intensif untuk semakin meningkatkan arus investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Sani menambahkan DPMPTSP akan lebih fokus pada pengembangan kegiatan investasi yang sektor riil. "Sehingga diharapkan membawa multiplier effect yang dapat memperluas peluang usaha, mendorong produksi barang dan jasa, meningkatkan penyediaan lapangan kerja, menurunkan angka ketimpangan ekonomi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat," terangnya.

Untuk melakukan pengawalan investasi lebih intensif, Pemprov Kaltim menerapkan sistem Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi alias Kopi Mantap yang merupakan protokol komunikasi Online Single Submission (OSS). Tujuannya kata Sani untuk lebih memudahkan koordinasi fasilitasi pemenuhan komitmen perizinan berusaha melalui OSS yang sifatnya lintas kewenangan yang pengawalannya dilakukan oleh Satgas Nasional, Satgas Provinsi, dan Satgas Kabupaten/Kota.

"Kopi Mantap memungkinkan efektivitas dan efisiensi koordinasi dengan menggunakan platform berbasis teknologi informasi yang didukung fitur kolaborasi, knowledge sharing, serta pertemuan jarak jauh melalui video atau audio conference," paparnya.

Platform berbasis IT ini telah disediakan BKPM RI mulai 2019. Pemanfaatan IT dengan fitur-fitur yang semakin memudahkan untuk berkoordinasi, kolaborasi maupun berdiskusi mencari solusi atas hambatan dalam proses perizinan secara maksimal akan berdampak pada percepatan yang signifikan dalam hal fasilitasi dan penyelesaian masalah investasi yang telah mendapatkan perizinan berusaha melalui OSS agar dapat direalisasikan seluruhnya dengan lancar.

Ada mekanisme pengawalan investasi yang akan dilakukan Pemprov Kaltim kepada calon investor baru yang mengalami kesulitan dalam mendaftarkan perusahaan atau memperoleh izin usaha atau new entrance.

Pertama, investor yang sudah memulai proses pendaftaran usaha tetapi menemui kesulitan dalam pemenuhan persyaratan atau ongoing cases. Kedua, perusahaan yang sudah mendapatkan izin tetapi mengalami kesulitan dalam pelaksanaan usaha alias operational with issues. Ketiga, potensi investasi sesuai keunggulan sumber daya daerah atau potential local investment.

"Termasuk pula beberapa proyek prioritas di Kalimantan Timur yang akan dikawal secara intensif," sambungnya.

Dia menyatakan bahwa Pemprov Kaltim akan mengusulkan beberapa proyek prioritas dalam pengawalan investasi yang masuk dalam proyek strategis nasional, proyek yang menjadi keunggulan daerah yang berdampak ekonomi besar (huge regional impact), proyek yang menciptakan banyak lapangan kerja dan perusahaan besar dunia atau bernilai investasi besar.

Status proyek akan diupdate secara rutin setiap bulan. Segala diskusi terkait status proyek akan dilakukan dalam setiap grup pengawalan.

Fitur-fitur (read to use) berbasis IT yang siap dimanfaatkan adalah Office 365 terdiri dari email (outlook), media penyimpanan (one drive), dan file sharing (share point); workplace terdiri dari Chat (work chat), diskusi (group workplace), dan update informasi proyek investasi; dan Webex Meeting yaitu meeting online antar berbagai instansi satgas, webinar atau online class dari salah satu instansi kepada anggota satgas lainnya.

"Diharapkan pengawalan investasi berbasis IT melalui sistem aplikasi Kopi Mantap di Kalimantan Timur, akan merubah paradigma pengawalan realisasi investasi dari cara manual yang cenderung lamban beralih dengan cara yang lebih profesional, efesien dan efektif," ungkap Sani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, kalimantan timur

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top