Bakrie & Brothers Tindak Lanjuti Pembangunan Transmisi Pipa Gas

PT Bakrie Indo Infrastructure kembali membahas tindak lanjut rencana pembangunan transmisi pipa gas di Kalimantan Timur.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 11 April 2019 20:07 WIB
Ilustrasi Jaringan Pipa Gas - JIBI

Bisnis.com, SAMARINDA – PT Bakrie Indo Infrastructure kembali membahas tindak lanjut rencana pembangunan transmisi pipa gas di Kalimantan Timur.

Chief Operating Officer PT Bakrie Indo Infrastructure, A. D. Erlangga menyatakan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur adalah untuk memastikan sumur mana yang siap beroperasi dan siapa konsumen untuk membangun transmisi pipa gas.

“Saat ini belum ada off-taker dan shipper. Mereka belum berkoordinasi. Karena kami bukan trader, kami transporter,” terang Erlangga di Ruang Tepian II, Kantor Pemprov Kaltim, Kamis (11/4/2019).

Dia menyatakan trader yang diharapkan untuk pasokan gas ini antara lain PLN, PGN, Pertamina atau pun Pertagas. Dia berharap Pemprov Kaltim juga bisa mengoordinasikan kebutuhan gas dengan para trader dan industri eksisting.

“Sumbernya yang harus dicari. Sumbernya mana yang mau di bor dulu, bukan saya yang cari, user dia hubungi PGN. Terus sebagai pemasok gas dia cari sumur. Kalau sumur yang ada sekarang punya komitmen jangka panjang itu tidak diganggu,” terang Erlangga.

Dia menyatakan pembangunan pipa gas bumi di Kalimantan tertuang dalam Rencana Induk Infrastruktur Gas Bumi Nasional 2016-2030.

Adapun berdasarkan Keputusan Kepala BPH Migas No. 042/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/VII/2006 ditetapkan Bakrie & Brothers sebagai pemenang Lelang Hak Khusus Ruas Transmisi Gas Bumi Kalija.

Adapun dalam notulen rapat dengan BPH Migas tanggal 13 Maret 2018 PT Bakrie & Brothers akan fokus pada pembangunan pipa gas ruas Bontang, Kaltim-Takisung di Kalsel, atau sampai lokasi akhir konsumen gas untuk memenuhi kebutuhan gas di Kalimantan.

Panjang rute Bontang-Banjarmasin untuk jalur pipa gas bumi itu adalah 1.016,53 kilometer. 

Rencana pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan shipper akan merumuskan kembali lokasi eksplorasi dan juga perlu menyesuaikan ulang dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang baru. Kondisi ini akan berimbas pada perubahan porsi investasi pembangunan pipa gas. 

“Investasi untuk ini pasti akan berubah-ubah. Pada waktu lelang kan sekaligus, kalau ini kan segmen-segmen,” terang Erlangga.

Selanjutnya untuk pembangunan pipa gas di Kaltim, akan dilelang kembali proyek jalur pipa gas di Banjarmasin ke Palangkaraya, lalu Palangkaraya ke Pontianak.

Erlangga mengaku pihaknya juga masih ada minat untuk mengikuti lelang proyek itu. Oleh sebab itu Bakrie & Brothers sudah menyewa konsultan guna mengkaji kondisi pasar.

Asal tahu saja, Bakrie & Brothers memproyeksikan perkiraan permintaan gas bumi di Kalsel sekitar 97,25 MMScfd, dilanjutkan dengan angka permintaan gas bumi Kaltim sekitar 306,72 MMScfd, dan juga adanya permintaan gas bumi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) yakni 34,80 MMScfd.

Adapun proyeksi pasar dan kebutuhan gas bumi pada 2037, di Kalimantan Selatan pasarnya 1.425 MMScfd, dengan permintaan 137 MMScfd. Sementara itu Kalimantan Timur pasarnya sekitar 2.212 MMScfd, dengan kebutuhan 212 MMScfd.

Sementara itu Plt. Sekretaris Daerah Pemprov Kaltim Meiliana menyatakan sebagai transporter, Bakrie & Brothers akan membangun jaringan pipa gas yang melewati beberapa kabupaten dan kota. Dia berharap agar proyek pembangunan itu bsia memberi manfaat untuk kabupaten dan kota yang dialiri.

Salah satunya dengan cara kerjasama badan usaha milik daerah (BUMD). Beberapa kota yang akan melewati jalur ini antara lain; Penajam Paser Utara, Paser, Kota Balikpapan, Kutai Kertanegaram Samarinda, Kutai Timur, dan Bontang.

“Jadi jangan sampai nanti melewati kabupaten atau kota tetapi tidak memberi manfaat untuk kabupaten itu,” papar Meiliana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, pipa gas, Bakrie & Brothers

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top