Tunggu Kajian ESDM, Pabrik Semen di Kutai Timur Siap Dibangun

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengaku masih akan menunggu kajian dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelum meloloskan izin pembukaan pabrik semen di Sekerat, Kabupaten Kutai Timur.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 24 April 2019 20:30 WIB
Ilustrasi Pabrik Semen - Antara/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengaku masih akan menunggu kajian dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelum meloloskan izin pembukaan pabrik semen di Sekerat, Kabupaten Kutai Timur.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur Wahyu Widhi Heranata mengatakan pemerintah daerah memang belum mengeluarkan izin resmi untuk pembangunan pabrik semen di Kutai Timur kepada perusahaan asal Tiongkok, Hongshi Holdings.

Dia beralasan izin akan dimantapkan setelah lolos kajian dan izin dari pemerintah pusat.

“Saya dari Dinas ESDM Provinsi Kaltim kita menunggu dari Kementerian ESDM tentang penetapan KBAK Kawasan Bentang Alam Karstnya. Kita juga harus kaji karena ini mengubah merevisi RTRW kita, Perda Nomor 1/2016 soal peruntukan,” kata Wahyu dalam tinjauan ke Sekerat, Selasa (23/4/2019).

Dia menyebut izin pabrik semen yang ada saat ini dikantongi oleh Kobexindo Cement dan berasal dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sejak lama. Oleh sebab itu ke depannya masih ada beberapa pertimbangan teknis yang diperlukan sebelum merestui ekspansi pabrik tersebut ke Bumi Etam.

“Secara resmi mereka belum mengajukan, ini sedang diproses, ya terserah kementerian. KBAK kementerian yang tentukan, kita hanya mengusulkan menjadi 403.000 hektare,” sambungnya.

Wahyu menjelaskan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur khususnya Bappeda Kutai Timur dan Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur serta para peneliti dan ahli geologi. Tujuannya untuk meminimalisir dampak lingkungan apabila pabrik tersebut resmi akan dibangun.

PJ Kepala Desa Sekerat Djohansyah mengatakan pemerintah desa juga sudah memfasilitasi masyarakat setempat dengan melakukan sosialisasi terkait wacana pembangunan pabrik semen.

Dia menyebut masyarakat sudah mempercayakan pengendalian dampak lingkungan atas pembangunan pabrik semen kepada pemerintah.

“Dari warga kita bertahan ingin cepat pelaksanaan ini [pembangunan pabrik semen] dilaksanakan,” kata Djohansyah.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi menyatakan memang mendukung pabrik semen dengan syarat pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan. Terkait dengan rencana pembangunan, aspek lingkungan juga tidak boleh dilanggar termasuk KBAK.

“Sudah dijelaskan memang berbatasan tetapi tidak di KBAK, maka kita ada buffer zone supaya tidak menyentuh langsung, termasuk ketersediaan air baku di bentang alam karst. 822 hektare itu harus dimanfaatkan semaksimal jangan dihabiskan semua supaya ada buffer zone,” kata Hadi.

Prasyarat lain kata Hadi adalah aspek CSR dan tenaga kerja. Adapun dalam pemaparan investor ke pemerintah Kaltim, nantinya pabrik semen itu mengandalakn teknologi yang terbaru namun tenaga kerja manusia yang digunakan masih cukup banyak.

“High technology tapi tenaganya memang banyak, namun dalam prosesnya pembangunan ada industri lanjutan yang kita harapkan melibatkan masyarakat berkaitan dengan pengadaan dan sebagainya,” terangnya.

Hadi berharap dengan adanya pembangunan semen, kebutuhan semen di Kaltim yang diprediksi sekitar 2 juta ton per tahun setidaknya 1 juta ton bisa diambil dari pabrik ini dengan harga khusus. Dengan demikian Kaltim tidak perlu mengandalkan pabrik semen dari daerah yang lain.

Asal tahu saja, prediksi nilai investasi dari Hongshi Holdings untuk Bumi Etam sekitar US$1 miliar atau setara dengan Rp14 triliun. Namun rata-rata nilai investasi Hongshi Holdings untuk pabrik semen di negara lain maksimal bisa mencapai US$2,1 miliar atau setara dengan Rp29,9 triliun. Salah satu contoh negara di Asia Tenggara tempat Hongshi Holdings beroperasi adalah Laos.

 Hongshi Holdings menjanjikan bisa menyerap tenaga kerja di Kaltim sampai 13.000 orang. Hongshi Holdings juga memprediksikan bisa memproduksi 8 juta ton semen per tahun dan berkontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kutai Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kutai timur, pabrik semen

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top