Kaltim Fair Raup Transaksi Rp4 Miliar

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merilis angka transaksi selama 4 hari penyelenggaraan Kaltim Fair mencapai Rp4 miliar.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 29 April 2019  |  19:51 WIB
Kaltim Fair Raup Transaksi Rp4 Miliar
Pelaku UKM - Bisnis.com

Bisnis.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merilis angka transaksi selama 4 hari penyelenggaraan Kaltim Fair mencapai Rp4 miliar.

Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Meiliana menyatakan Kaltim Fair yang diselenggarakan di Sempaja Convention Hall Samarinda ini memang bertujuan untuk menggeliatkan perekonomian non riil di Bumi Etam.

Meiliana menilai Kaltim Fair sebagai ajang pameran dagang dan industri sangat penting tidak bagi pelaku usaha serrta kalangan pelaku UKM untuk meningkatkan produk dan berinovasi mengikuti tren, teknologi dan perkembangan ekonomi.

"Kalau bisa, even-even seperti ini tidak hanya setahun sekali. Paling tidak tiga kali dalam setahun," ujar Meiliana, Senin (29/4/2019).

Kedepannya, Meiliana pun mengajak semua pihak dan pemangku kepentingan mendukung dan memajukan dunia usaha dan penanaman investasi.

"Ajang ini sangat efektif menjadi media interaksi bisnis langsung antara investor dan buyer potensial dengan pelaku usaha untuk kontak dagang dan kerjasama investasi," ungkap Meiliana.

Sementara itu Ketua Panitia Kaltim Fair Fitria Hanum mengemukakan pemeran dilaksanakan selama empat hari dari 25 April 2019 - 28 April 2019 ini menyiapkan 155 stan terdiri 89 stan OPD, 20 stan UKM multi produk, 12 stan otomotif dan 46 stand kuliner.

SEKTOR KONSTRUKSI

Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur menyebut selain sektor UMKM yang sedang fokus digeliatkan, Pemprov Kaltim mencatat salah satu sektor riil yang potensial mendongkrak perekonomian Bumi Etam adalah sektor konstruksi.

Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur Prabu Dewanto menyatakan sektor yang tumbuh secara agresif di Kaltim pada 2018 adalah sektor konstruksi. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan itu sekitar 7,4% meningkat dari 2017.

“Kami melihat ini ada kaitannya dengan penyelesaian proyek infrastruktur, bandara, jembatan, jadi ini besar kesana,” jelas Prabu beberapa waktu yang lalu.

Dia menceritakan dua sektor lain yang berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan di Kaltim adalah sektor pertambangan dan industri pengolahan. Meski demikian, dua sektor ini bertumbuhan cenderung stabil. Misalnya saja, pertambangan naik 1,1% dan industri pengolahan sekitar 0,5%. Sehingga, sektor yang agresif dan kompetitif pertumbuhannya adalah konstruksi.

“2018 itu ada listrik dan gas tumbuh 9,8%. Namun pangsanya cuma 0,05%. Secara andil hanya 0,05% terhadap pertumbuhan ekonomi di Kaltim. Ini juga ada kaitannya dengan pembangkit listrik,” papar Prabu.

Bank Indonesia mencatat, sektor konstruksi ini terbilang sangat kompetitif dengan sektor pertanian. Tercatat pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2018, Kaltim masih didominasi pertambangan sebesar 46,3%, industri pengolahan 18,3%, dan konstruksi 8,5%. Persentase pada 2017 juga cenderung sama, yakni pertambanagn 46,3%, industri pengolahan 19,0%, dan konstruksi pada kisaran 7,9%.

“Namun antara konstruksi dan pertanian ini balapan. 2018 menang konstruksi. Pertanian hanya 7,9%. Kalau 2017 pertanian menang 8%, konstruksi yang 7,9%,” sambung Prabu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top