Kaltim Matangkan Sinergi untuk Kembangkan Perkebunan

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan provinsi setempat guna mematangkan sinergitas dalam upaya mengembangkan perkebunan.
Newswire | 30 April 2019 20:52 WIB
Ilustrasi petani memanen jagung. - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, SAMARINDA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan provinsi setempat guna mematangkan sinergitas dalam upaya mengembangkan perkebunan sesuai dengan potensi yang ada di masing-masing desa.

"Pola pembangunan perkebunan itu ada beberapa jenis seperti kebun inti maupun plasma. Sedangkan yang akan kita kerjasamakan dengan Disbun Kaltim adalah kebun rakyat yang langsung dikerjakan warga desa," ujar Kepala DPMPD Provinsi Kaltim M Jauhar Efendi di Samarinda, Selasa (30/4/2019).

Didampingi Helvin, Kasi Pengembangan Kapasitas Masyarakat  menjelaskan bahwa banyak potensi yang tersebar pada 841 desa di Kaltim yang bisa dikembangkan dengan menggandeng instansi teknis, jika menyangkut komoditas hasil perkebunan, maka kerja sama yang bisa dilakukan adalah dengan Disbun.

Helvin mengaku sehari sebelumnya ia bersama rekannya sudah melakukan pertemuan dengan Disbun Kaltim. Saat pertemuan kemarin, dari Disbun yang menemui pihaknya adalah M Yusuf, selaku Kabid Usaha Tani. Banyak hal yang dibicarakan terkait pengembangan potensi perkebunan baik di desa maupun kelurahan.

Pertemuan tersebut merupakan langkah awal oleh Disbun Kaltim untuk berperan aktif dalam upaya mengembangkan potensi desa/kelurahan di bidang perkebunan yang bisa saja akan dikemas lebih baik seiring adanya instansi teknis yang turut menanganinya.

Di desa, lanjut Helvin, memiliki dana desa (DD) yang nilainya variatif atau rata-rata Rp1 miliar per desa, sehingga anggaran sebesar itu sebagian bisa difokuskan untuk mengembangkan perkebunan sesuai dengan potensi dan usaha yang sudah dikerjakan masyarakat.

Dalam pengembangannya tentu bisa dilakukan kerja sama antara pemerintah desa dengan Disbun baik Disbun Kaltim maupun Disbun di kabupaten/kota. Misalnya dari sisi ekstensifikasi maupun intensifikasi anggarannya dari DD, sementara dari sisi pembinaan dilakukan oleh Disbun.

Jika ke depan kerja sama ini berjalan baik secara kontinyu, diyakini pengembangannya akan fokus dan produksi maupun produktivitasnya akan lebih meningkat. Kemudian dalam sisi pemasaran, tentu akan dilanjutkan kerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian agar mulai tingkat desa hingga provinsi saling terkoneksi.

Dia menuturkan selama ini banyak desa/kampung di Kaltim yang memiliki potensi besar dalam pengembangannya, namun karena belum ada koordinasi yang baik dengan dinas terkait, maka penanganannya masih parsial, belum secara menyeluruh mulai produk hulu hingga penanganan hilirnya.

"Seperti di Desa Bhuana Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara. Desa tersebut ada beberapa perkebunan masyarakat, bahkan sekarang sedang dilakukan pelatihan pengembangan budidaya tanaman kopi. Jika ke depan Disbun berperan dalam pengembangannya, tentu akan lebih baik karena Disbun bisa membimbing petani dalam perawatannya," ucap Helvin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perkebunan, kalimantan timur

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top