MUDIK LEBARAN 2019: Angkutan Laut di Balikpapan Naik 6 Persen

Tahun lalu jumlah pemudik yang datang dan berangkat sekitar 479.000 orang di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Sementara di Samarinda sekitar 15.000 orang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  06:28 WIB
MUDIK LEBARAN 2019: Angkutan Laut di Balikpapan Naik 6 Persen
Ilustrasi - KM Awu - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, SAMARINDA – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur memprediksi ada kenaikan angkutan laut melalui Pelabuhan Semayang di Balikpapan hingga 6 persen pada angkutan Lebaran tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Salman Lumoindong menyatakan saat ini tiket kapal laut tercatat sudah habis terjual. Oleh sebab itu untuk mengatasi penambahan jumlah penumpang yang beralih dari moda pesawat, akan disediakan ekstra kapal ke beberapa rute.

“Kami tak bisa kontrol. Untuk tiket laut sudah penuh baik di Bontang dan Balikpapan,” terang Salman di Kantor Dishub Kaltim, Kamis (16/5/2019).

Salman menyebut tercatat ada Surat Edaran Menteri yang menambah kapasitas kapal laut. Tujuannya mengantisipasi peningkatan jumlah pemudik angkutan laut.

“Misal 1.600 tiket tambah 600 orang belum dijual,” papar Salman

Salman mengaku pihaknya sudah menyusun rencana antisipasi angkutan laut dan darat. Menurut laporan KSOP di Bontang misalnya sudah ada angkutan laut gratis.

“Itu sudah disiapkan tanggal 21 dan 25. Pelni tanggal 1 dan 6. Angkutan gratis. Di Samarinda ada kapal laut persiapan kalau ada pelonjakan penumpang. Termasuk distrik navigasi menyediakan satu kapal cadangan,” jelas Salman.

Menurut Salman, tahun lalu jumlah pemudik yang datang dan berangkat sekitar 479.000 orang di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Sementara di Samarinda sekitar 15.000 orang.

“Kalau naik 6 ersen-10 persen dari Semayang jadu 500.000 penumpang, dari Samarinda sekitar 20.000 penumpang. Untuk angkutan laut ini bahkan KSOP bisa prediksi [naik] sampai 10 persen,” tutur Salman.

Dengan kondisi harga tiket pesawat yang masih tinggi dan prediksi penumpang akan beralih menggunakan angkutan laut, Salman berupaya untuk memperketat pengecekan terhadap angkutan laut. Hal ini mengingat akan adanya peningkatan jumlah penumpang mendekati hari raya Idulfitri.

“Untuk mengetahui kondisi kapal kami ramp check. Seperti kejadian angkutan semen jatuh di PPU, kami perbaiki karena ada SOP tidak dijalankan. Kelebihan beban. Sekarang ada alat ukur portable,” terang Salman.

Melalui ramp check Salman memastikan tidak ada angkutan laut yang over capacity atau melampaui kapasitas angkut. Tujuannya agar tidak terjadi kecelakaan selama mudik berlangsung.

Salman mengaku sudah menyelenggarakan peninjauan kondisi kapal sejak 25 April 2019. Beberapa lokasi yang sudah ditinjau adalah di Dermaga Kampung Baru, Balikpapan dan Dermaga Penajam di Penajam Paser Utara (PPU).

“Itu juga masih ada pelanggaran seperti life jacket belum lengkap, tidak ada isinya. Semua kami periksa,” papar Salman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan, Mudik Lebaran

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top