BANJIR KALTIM : Setelah Samarinda, Mahakam Ulu pun Tergenang

Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, mengalami bencana banjir. Sementara itu, banjir yang melanda Samarinda, ibu kota Provinsi Kaltim, juga masih belum surut.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  19:13 WIB
BANJIR KALTIM : Setelah Samarinda, Mahakam Ulu pun Tergenang
Petugas Tim Reaksi Cepat terjun ke lokasi banjir di Samarinda - Bisnis/Gloria Fransisca Katharina Lawi

Bisnis.com, SAMARINDA – Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, mengalami bencana banjir. Sementara itu, banjir yang melanda Samarinda, ibu kota Provinsi Kaltim, juga masih belum surut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, Jumat (14/3/2019), akibat hujan deras  yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Mahakam Ulu, sejumlah rumah warga terendam banjir.

Banjir di daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat ini disebutkan sampai setinggi 4 meter.  

Kabupaten Mahakam Ulu adalah daerah hulu dari Sungai Mahakam. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah. Sampai saat ini belum ada informasi dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah terkait jumlah korban bencana tersebut.

Sementara itu, akibat meluapnya Sungai Mahakam dan Bendungan Benanga, Kota Samarinda juga mengalami banjir sejak Minggu (9/6/2019).

Berdasarkan pantauan Bisnis, daerah terdampak parah berada di Samarinda bagian Utara, hingga Bontang dan Sangatta. Hingga Jumat, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menyebutkan banjir sudah surut menjadi sekitar 30 cm. 

Beberapa lokasi yang masih terendam banjir antara lain Jalan Ahmad Yani di daerah Temindung Permai, Samarinda Utara. Jalan ini adalah lokasi poros Samarinda-Bontang yang menuju jalur Bandara APT Pranoto.

Sampai 13 Juni 2019, total lokasi terdampak banjir ada 5 kecamatan, dengan 13 kelurahan. Total masyarakat Samarinda yang terdampak ada 56.123 orang, dengan 17.485 kepala keluarga (KK). 

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyatakan akan menggelontorkan Rp2,5 miliar untuk korban bencana banjir di Samarinda. Tugas pendanaan itu akan diserahkan kepada BPBD Kaltim atas kesepakatan dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). 

Kepala BPKAD Kaltim Fathul Halim menyebutkan sumber dana senilai Rp2,5 miliar itu akan diambil dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kaltim. Dengan demikian anggaran tersebut akan direvisi dan digeser alokasinya untuk BPBD Kaltim.

Pada APBD Kaltim 2019/2020 dana penanggulangan bencana memang tidak disertakan.

“Dana usulan penangan darurat banjir dari BPBD Kaltim untuk penanganan korban banjir di Samarinda sebesar Rp2,5 itu sekarang sedang dalam proses,” papar Fathul dalam siaran pers, Jumat (14/6/2019).

Selain itu, Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Ibrahim menyatakan sudah menyiapkan 250 ton cadangan beras provinsi (CBP) untuk korban bencana banjir. Dia menyatakan 10 ton sampai 15 ton akan segera disalurkan dalam 10 hari ke depan.

“Kami ada cadangan pangan pemerintah untuk masyarakat. Khususnya membantu daerah yang terkena musibah bencana untuk menanggulangi kebutuhan pangan,” jelas Ibrahim.

Selain pemerintah, sejumlah stakeholder dan masyarakat juga ikut memberikan bantuan untuk korban banjir. Umumnya para donatur menyumbangan bahan makanan pokok, pakaian, dan obat-obatan, langsung ke Posko Pusat Banjir Samarinda yang dikelola BPBD Samarinda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, kalimantan timur

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top