Masih Banyak Daerah di Kalsel Ketergantungan Sektor Pertambangan

Bank Indonesia (BI) menyatakan agrobisnis, perikanan, dan pariwisata bisa menjadi sektor potensial untuk menggantikan peran pertambangan di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Arief Rahman | 14 Juni 2019 15:54 WIB
Sejumlah warga menaiki perahu bermesin (kelotok) untuk menyusuri Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (6/6/2019).Wisata susur Sungai Martapura menjadi pilihan warga untuk mengisi libur Hari Raya Idulfitri di Banjarmasin. - ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Bisnis.com, BANJARMASIN -- Bank Indonesia mengingatkan Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan untuk serius mendorong pertumbuhan sektor-sektor ekonomi baru selain pertambangan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Herawanto mengatakan kehadiran sektor ekonomi baru sangat diperlukan karena batu bara yang masih menjadi primadona akan sulit untuk diperbarui pada masa depan.

"Saya lihat hampir semua Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang (RPJMD) di kabupaten dan tingkat provinsi Kalsel di atas kertas sudah diarahkan untuk menggarap sumber ekonomi baru selain pertambangan. Tapi pertanyaannya apakah sudah dipersiapkan atau bahkan sudahkah dilakukan?" ujarnya di sela-sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Komoditas Unggulan di Kalsel bersama Dinas Perindustrian Kalsel di Kantor Perwakilan BI Kalsel Banjarmasin,  Jumat (14/6/2019).

Dari data yang dimiliki oleh BI Kalsel, kabupaten yang memiliki ketergantungan struktur ekonomi paling tinggi terhadap sektor pertambangan adalah Kabupaten Balangan dengan tingkat ketergantungan 62,2 persen. Adapun daerah yang sama sekali tidak tergantung terhadap tambang adalah Kota Banjarmasin, yakni sebesar 0,0 persen.

"Selain Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Batola, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) juga minim ketergantungan terhadap sektor pertambangan. Sisanya boleh dibilang sangat ketergantungan dan hal ini harus segera dicarikan solusinya karena ekonomi daerah tersebut sangat rentan jatuh terhadap kondisi pasar dunia sekarang," ungkap Herawanto.

Dia menuturkan Kalsel sebenarnya memiliki banyak potensi ekonomi yang dapat digarap, seperti agrobisnis, perikanan, dan pariwisata. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat diharapkan serius membenahi segala infrastruktur pendukung agar sektor ekonomi baru yang sedang digarap bisa tumbuh dan menggantikan pendapatan dari pertambangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Bierhasani menegaskan pihaknya terus berupaya mendorong produk-produk unggulan Kalsel agar dapat menembus pasar nasional bahkan internasional, baik produk mentah maupun produk jadi bernilai tinggi. Salah satunya dengan mencarikan mitra dagang melalui kegiatan temu dagang dengan berbagai provinsi potensial.

"Tiap tahun, kami melakukan kegiatan temu dagang dengan melibatkan pengusaha lokal di Banua. Tujuannya agar mereka bisa memasarkan produknya dengan pasar yang lebih luas," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertambangan, Kalimantan Selatan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top