Penerbangan di Balikpapan Harus Fokus untuk Bisnis & Industri

Seiring dengan fenomena menurunnya penumpang saat mudik Lebaran 2019 di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, operator disarankan memperkuat segmen pasar untuk bisnis dan industri.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  18:51 WIB
Penerbangan di Balikpapan Harus Fokus untuk Bisnis & Industri
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur. - BUMN.go.id

Bisnis.com, SAMARINDA – Seiring dengan fenomena menurunnya penumpang saat mudik Lebaran 2019 di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, operator disarankan memperkuat segmen pasar untuk bisnis dan industri.

Pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC), Arista Atmadjati, menilai penurunan keterisian di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan sebanyak 45% menandakan perlunya PT Angkasa Pura I memperkuat segmen pasar untuk kalangan pebisnis dna industri.

Dia menilai meski keterisian penumpang saat ini semakin tinggi di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, dua kota besar ini memiliki karakteristik yang berbeda.

“Balikpapan itu segmen kota industri, kota bisnis. Sementara Samarinda itu banyak masyarakat dari berbagai latar belakang, banyak penduduk lokal juga,” terang Arista saat dihubungi Bisnis pada Jumat (14/6/2019).

Dia menjelaskan dengan keramaian penumpang di APT Pranoto, ini menandakan rata-rata penumpang di bandara yang masih dikelola oleh Pemprov Kaltim dan Kementerian Perhubungan itu adalah masyarakat.

Dengan keteralihan penumpang, Arista memprediksi, selama ini Bandara SAMS Sepinggan di Balikpapan juga hanya mengandalkan keterisian dari masyarakat lokal ketimbang untuk bisnis dan industri.

“Memang keteralihan ini kasus menarik dan tidak terduga untuk saya. Namun kalau begini terlihat Samarina sebagai ibu kota, dia menampung permintaan masyarakat, pegawai negeri, sampai pedagang UMKM, dan orang kantoran,” jelas Arista lagi.

Untuk mencegah kerugian dan stagnansi dalam pengelolaan Bandara Internasional SAMS Sepinggan, Arista mengimbau agar PT Angkasa Pura I (AP I), selaku badan usaha milik negata bidang penerbangan segera memperkuat segmen pasar untuk bisnis dan industri.

“Dengan memperkuat untuk pelaku usaha, bisnis, keduanya bisa diperkuat. Selain itu perlu berikan insentif untuk maskapai, bisa dengan tarif parking fee di garbarata, dikurangi saat jam low hours,” tutur Arista lagi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti menyatakan pertumbuhan penumpang di Bandara APT Pranoto memang sangat pesat. Dia menyebut saat ini APT Pranoto per hari bisa menampung 4.500 penumpang.

Oleh sebab itu, dia berjanji segera melengkapi fasilitas di bandara yang terletak antara Samarinda dan Bontang ini.

Beberapa fasilitas yang siap direalisasikan oleh Kemenhub antara lain lampu runway untuk penerbangan malam hari, taxiway, exitway, dan apron yang akan diselesaikan tahun ini. Adapun dana optimalisasi bandara dari Kemenhub menggunakan APBN diprediksi sekitar Rp20 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Salman Lumoindong juga menyebutkan kapasitas penumpang per tahun di APT Pranoto mencapai 1,4 juta jika ke depannya jumlah penumpang per hari lebih dari 5.000. Oleh sebab itu, perlu ada perluasan terminal di Bandara APT Pranoto.

“Kami yakin ke depannya pengelola bisa mengembangkan Bandara APT Pranoto ini,” papar Salman.

Dia mengutarakan selama arus mudik dan arus balik, dua bandara di Bumi Etam ini tidak mengalami kendala yang signifikan. Meski demikian, dia melihat ada tren penurunan penumpang pesawat dari rata-rata hari biasa.

Salman memprediksi ini dikarenakan banyak penumpang beralih ke moda lain seperti darat dan laut akibat mahalnya tiket pesawat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan, bandara sepinggan

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top