Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Delegasi Asal Filipina Borong Produk Lidah Buaya

Sejumlah delegasi asal Filipina mengunjungi Aloevera Center atau pusat perkebunan lidah buaya di Kota Pontianak.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  22:48 WIB
Wirausahawan Syafril Pink memperlihatkan Tanjak Melayu OmPink yang dijualnya di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/6/2019). Tanjak Melayu atau ikat kepala berbahan kain tenun songket yang dapat digunakan kaum pria untuk pesta pernikahan, acara adat dan kegiatan sehari-hari tersebut telah dipasarkan Syafril Pink ke Tiongkok, Taiwan dan Malaysia seharga Rp150 ribu hingga Rp1,5 Juta per buah tergantung kualitas bahan kain. - Antara/Jessica Helena Wuysang
Wirausahawan Syafril Pink memperlihatkan Tanjak Melayu OmPink yang dijualnya di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/6/2019). Tanjak Melayu atau ikat kepala berbahan kain tenun songket yang dapat digunakan kaum pria untuk pesta pernikahan, acara adat dan kegiatan sehari-hari tersebut telah dipasarkan Syafril Pink ke Tiongkok, Taiwan dan Malaysia seharga Rp150 ribu hingga Rp1,5 Juta per buah tergantung kualitas bahan kain. - Antara/Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah delegasi asal Filipina mengunjungi Aloevera Center atau pusat perkebunan lidah buaya di Kota Pontianak. Selain mengunjungi Aloevera Center, rombongan delegasi juga mendatangi Tugu Khatulistiwa.

Selain itu, mereka juga diperlihatkan oleh Pemkot Pontianak berbagai macam tenun corak insang, kerajinan tangan dari keladi air khas produk Kota Pontianak di UMKM Center.

Regional Director East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Dorecita Delima mengatakan, sengaja ingin melihat langsung kawasan Aloevera Center karena di Filipina tidak memiliki tanaman lidah buaya.

"Kami membeli beberapa produk aloevera untuk dibawa ke negara kami. Di Filipina banyak industri tetapi tidak ada industri aloevera padahal ada yang menanam," kata Dorecita dari siaran pers Pemkot dikutip Bisnis, Selasa (25/6/2019).

Dia mengatakan, masyarakat Filipina memiliki tanaman lidah buaya tetapi belum ada yang mengembangkan untuk diolah mejadi produk turunan seperti minuman, shampo dan lainnya.

Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Pontianak Hidayati mengatakan, kunjungan BIMP-EAGA terutama delegasi asal Filipina tersebut menjadi kesempatan baik bagi Pemkot untuk menjalin kerja sama.

"Tadi sudah ada penawaran dari BIMP-EAGA untuk kami mengajukan proposal produk-produk yang mungkin bisa dilakukan kerja sama," kata Hidayati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pontianak
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top