Omzet Aero Cab di Bandara Sepinggan Balikpapan Turun

Turunnya jumlah penumpang bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan berdampak pada rendahnya pendapatan angkutan taksi konvensional.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  21:16 WIB
Omzet Aero Cab di Bandara Sepinggan Balikpapan Turun
Bandara Sepinggan

Bisnis.com, BALIKPAPAN— Turunnya jumlah penumpang bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan berdampak pada rendahnya pendapatan angkutan taksi konvensional.

Kondisi penurunan penumpang sejak beroperasinya bandara baru APT Pranoto di Samarinda membuat pengelola taksi konvensional juga harus memutar otak untuk meningkatkan pendapatan.

Pasalnya selain sepinya penumpang bandara, pangsa pasar semakin sempit sejalan dengan membesarnya transportasi online.

Manager Aero Cab Alex Adam mengatakan, penurunan pendapatan sudah mulai dirasakan sejak 2016 ketika transportasi online mulai booming. Dia menyebutkan selama periode 2 tahun belakangan pendapatan bisa turun tajam mencapai hingga 20 persen.

“Sejauh ini di semester I/2019 kinerja kami tidak lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sejumlah strategi untuk menghindari penurunan penumpang akibat transportasi online juga sudah mulai kami lakukan,” jelasnya dikutip Senin (29/7/2019).

Sebagai pengelola taksi konvensional yang melayani rute dari bandara, setidaknya pihaknya masih terbantu dengan penumpang bandara jika dibandingkan dengan taksi lainnya. Namun dia tetap tak bisa menghindari penurunan frekuensi.

Sejatinya, pangsa rute perjalanan yang dilayaninya menuju Samarinda cukup potensial.Dia menjelaskan, per bulannya bisa mencapai 80-100 kali perjalanan kini maksimal hanya 8 kali perjalanan per harinya.

Untuk itu, kata dia sejumlah ekspansi memang diperlukan agar tak hanya bergantung pada bandara di Balikpapan saja. Pihaknya dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan potensi terbesar ke wilayah Banjarmasin, di Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor.

Selain itu, menjalin sinergi dengan transportasi online seperti grab memang perlu dilakukan. Pihaknya juga menggaet dan memberikan fasilitas kepada mitra pengendara plat hitam yang masuk dalam Grab supaya bisa masuk bandara.

Saat ini kata dia, setidaknya 50 unit mobil sudah terdaftar.

"Melalui aplikasi Grab, mereka bisa mengambil penumpang dari bandara. Jadi, masyarakat bisa mendapat unit kami atau unit dari driver plat hitam. Sesuai aturan pemerintah, kami bisa memfasilitasi agar driver bisa memiliki izin. Jadi mereka yang tidak berizin bisa jadi resmi. Skemanya share profit. Hal itu bakal membantu mereka untuk mendapat izin sesuai aturan pemerintah,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
taksi, bandara sepinggan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top