Harga Sayuran Balik ke Normal, Dorong Deflasi Juli di Balikpapan

Kota Balikpapan tercatat deflasi sebesar -0,08% secara bulanan (m-o-m) pada Juli 2019.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  19:11 WIB
Harga Sayuran Balik ke Normal, Dorong Deflasi Juli di Balikpapan
Ilustrasi pedagang sayuran di pasar tradisional. - Antara/Noveradika

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tercatat deflasi sebesar -0,08% secara bulanan (m-o-m) pada Juli 2019.

Pada Juli 2019 lebih rendah dibandingkan dengan Juni 2019 yang sebesar 0,96%. Inflasi pada Juli 2019 juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi Juli selama 3 tahun terakhir yang 0,51% (m-o-m).

Berdasarkan keterangan resmi Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan, deflasi pada Juli 2019 disebabkan normalisasi harga komoditas sayuran yang ditopang oleh kecukupan pasokan dan penyesuaian angkutan udara.

Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat 1,87% (y-o-y) atau lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Kalimantan Timur dan nasional yang sebesar 2,08% (yoy) dan 3,32% (y-o-y).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi Juli 2019 didorong oleh kelompok bahan makanan yang memberikan andil deflasi terbesar yaitu -1,03% (m-o-m), dipicu oleh kembali normalnya harga komoditas sayuran seperti tomat sayur, kacang panjang, sawi hijau, bayam dan kangkung seiring dengan kecukupan pasokan di tengah kondisi cuaca yang mendukung.

Pada saat yang sama, transport, komunikasi & jasa keuangan juga menjadi kelompok komoditas kontributor deflasi dengan andil sebesar -0,05%, yang disumbang oleh masih berlanjutnya penyesuaian harga angkutan udara setelah periode peak season beberapa bulan sebelumnya.

Sementara itu, laju deflasi Juli 2019 tertahan oleh kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga yang memberikan andil inflasi sebesar 0,08% didorong oleh kenaikan biaya pendidikan sekolah (SD, SMP dan SMA) menjelang momen tahun ajaran baru.

Momen tersebut juga mendorong tingginya permintaan terhadap perlengkapan pendukung untuk sekolah yang berdampak terhadap inflasi kelompok Sandang dengan sumbangan inflasi sebesar 0,02%.

Bank Indonesia memperkirakan masih terdapat beberapa faktor yang akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya masuknya musim kemarau di daerah pemasok. Selain itu juga peningkatan konsumsi masyarakat dalam momen Idulsdha) dan HUT RI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, balikpapan

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top