Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Ekspor Cangkang Sawit Riau Meningkat

Ekspor cangkang sawit tercatat mengalami pertumbuhan dan merambah berbagai negara seiring pemanfaat limbah pabrik kelapa sawit tersebut untuk energi berkelanjutan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 03 Agustus 2019  |  08:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Ekspor cangkang sawit tercatat mengalami pertumbuhan dan merambah berbagai negara seiring pemanfaat limbah pabrik kelapa sawit tersebut untuk energi berkelanjutan.

"Dari catatan lalu lintas kami, pertumbuhannya diprediksi sekitar 40% dibanding tahun lalu, Insyaallah kita dorong agar dapat terus meningkat," kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat melepas 15.500 ton cangkang kelapa sawit senilai Rp 15,5 miliar tujuan Jepang melalui Pelabuhan Industri Buton, Kabupaten Siak Sri Indrapura, Riau, Jumat (2/8/2019).

Berdasarkan data sistem otomasi, IQFAST di Karantina Pertanian Pekanbaru tercatat pada tahun 2018 ekspor cangkang sawit ke Jepang tercatat mencapai 227 ton dengan nilai Rp770 miliar. Sementara pada periode Januari sampai Juli 2019, ekspor  cangkang sawit ke Jepang telah menyentuh volume 252 ton dengan nilai ekonomi Rp855,8 miliar.

Ali mengutarakan jumlah tonase ekspor cangkang kelapa sawit yang dibukukan sampai akhir tahun dapat meningkat dan pihaknya pun siap mengawal persyaratan kesehatan limbah komoditas tersebut.

Pada saat yang bersamaan, juga dilakukan pelepasan ekspor turunan kelapa berupa air kelapa, kelapa parut, tepung kelapa dan santan kelapa dengan tujuan Amerika Serikat, Selandia Baru, Brasil dan Hong Kong melalui Pelabuhan Sungai Guntung dengan volume sebanyak 1.200 ton senilai Rp18 miliar. Selain itu, diekspor juga produk turunan kelapa sawit berupa RBD Palm Olein, RBD Palm Stearin, RBD Palm Kernel Oil dan RBD Coconut Oil melalui Pelabuhan Dumai dengan volume sebanyak 77.0000 ton senilai Rp788 miliar dengan negara tujuan Rusia, Aljair dan Turki.

"Untuk kualitas, kelapa dan kelapa sawit asal Provinsi Riau memiliki kualitas terbaik yang diakui pasar global. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai produsen kelapa dan kelapa sawit terbesar di dunia. Sehingga sesuai dengan instruksi Bapak Presiden, kita harus menggencarkan ekspor nonmigas untuk mendorong neraca perdagangan kita Indonesia yang juga merupakan arahan Bapak Menteri Pertanian," ujar Jamil.

Kepala Karantina Pekanbaru, Rina Delfi menyampaikan bahwa produk kelapa dan kelapa sawit merupakan primadona ekspor provinsi Riau. Sepanjang 2018, ekspor kelapa dan kelapa sawit mencapai 4,3 juta ton dengan nilai Rp34 triliun. Sementara itu, dari Januari sampai Juni 2019, ekspor dua komoditas tersebut telah mencapai 1,9 juta ton dengan nilai Rp19,5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sawit

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top