Jumlah Titik Panas Meningkat Drastis di Kalbar

Kepala BMKG Supadio Pontianak Erika Mardiyanti di Sungai Raya, Kamis, mengatakan, jumlah hotspot hari ini kembali banyak setelah sehari sebelumnya turun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  13:52 WIB
Jumlah Titik Panas Meningkat Drastis di Kalbar
Titik api pemicu kebakaran hutan dan lahan. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak menyatakan, jumlah hotspot atau titik panas di Provinsi Kalimantan Barat, Kamis, terpantau kembali meningkat dari sebelumnya 148 titik panas (Rabu,14/8), meningkat menjadi 382 titik panas, Kamis (15/8).

Kepala BMKG Supadio Pontianak Erika Mardiyanti di Sungai Raya, Kamis, mengatakan, jumlah hotspot hari ini kembali banyak setelah sehari sebelumnya turun.

Ia menjelaskan, sebaran titik panas berdasarkan pengolahan data Lapan dari tanggal 14 - 15 Agustus terpantau sebanyak 382 titik panas yang tersebar 12 kabupaten di Kalbar, yakni tertinggi di Kabupaten Sanggau sebanyak 115 titik panas; disusul Kapuas Hulu 58 titik panas; Ketapang 54 titik panas.

Kemudian di Kabupaten Landak 28 titik panas; Melawi 25 titik panas, Mempawah 18 titik panas; Bengkayang 10 titik panas; Sambas sembilan titik panas: Kubu Raya delapan titik panas; Sekadau tiga titik panas; dan Kayong Utara dua titik panas.

"Sementara untuk Kota Pontianak dan Singkawang tidak ditemukan titik panas dalam beberapa hari terakhir," kata Erika.

Sebelumnya, Rabu (14/8), menurut data BMKG Supadio Pontianak terpantau sebanyak 148 hotspot  akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa kabupaten di Kalbar.

Titik panas terbanyak di Kabupaten Ketapang 56 titik panas; disusul Kubu Raya 37 titik panas, Sanggau sebanyak 19 titik panas; Kapuas Hulu 12 titik panas; Landak sembilan titik panas; Bengkayang, Mempawah, Kayong Utara masing-masing empat titik panas; Sintang dan Melawi masing-masing satu titik panas. Untuk Kabupaten Sekadau, Kota Pontianak dan Singkawang tidak ada titik panas, katanya.

Sementara itu, Erika menambahkan, dalam seminggu ke depan sejumlah wilayah di Kalbar berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang  berdurasi singkat, terutama pada siang hingga sore hari.

"Saat ini hujan baru turun di sebagian kabupaten/kota di Kalbar, seperti Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sambas, Pontianak, dan Kubu Raya. Diprakirakan hujan ke depan akan meluas ke wilayah Kalbar lainnya hingga satu minggu ke depan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat ," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top