Balikpapan Siap Jadi Kota Satelit

Kota Balikpapan sebagai salah satu pintu gerbang bisnis di bumi etam menyiapkan diri menjadi kota penyangga setelah gaung bakal ibu kota baru akan mendorong geliat ekonomi yang ada di Kaltim.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  16:31 WIB
Balikpapan Siap Jadi Kota Satelit
Balikpapan - Ilustrasi

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Kota Balikpapan sebagai salah satu pintu gerbang bisnis di bumi etam menyiapkan diri menjadi kota penyangga setelah gaung bakal ibu kota baru akan mendorong geliat ekonomi yang ada di Kaltim.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat mengatakan, khususnya untuk Kota minyak telah memiliki infrastruktur penunjang seperti pelabuhan dan dan bandara internasional serta jalan tol menuju Samarinda.

Ditambah lagi adanya kawasan industri dan pelabuhan peti kemas yang terletak di Kilometer 13 Kariangau.

Kadin melihat akan terjadi pengadaan lahan besar-besaran setelah diumumkannya lokasi Ibu kota negara. Tak hanya lahan untuk pembangunan pusat pemerintahan, tetapi juga lahan untuk menjadi kawasan penyangga seperti DKI Jakarta yang turut ditopang oleh Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

"Di mana ada peluang, di situ ada harapan untuk berusaha, karena selain pengadaan lahan, tentunya berlanjut ke proyek pematangan lahan hingga pembangunan infrastruktur," ujarnya Selasa (27/8/2019).

Kedatangan para investor, lanjut Yaser, akan membawa dampak yang sangat besar bagi kota yang bertetangga sangat dekat dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Hanya menempuh 15 menit penyeberangan menggunakan speedboat atau perahu cepat dan sekira 1 jam ketika menumpangi feri dari Pelabuhan Kariangau.

"Kawasan industri pasti berkembang, proyek jembatan penghubung dari Balikpapan ke Pulau Balang akan segera dituntaskan. Sektor pariwisata, perhotelan dan properti juga pasti menggeliat, apalagi industri kecil dan menengah," sebutnya.

Yaser meyakini, ekonomi Balikpapan bakal mengalami pertumbuhan signifikan. Keyakinan itu didasarkan pada banyaknya perizinan yang nantinya akan dikeluarkan untuk kebutuhan pembangunan.

"Dalam membangun, kan otomatis juga mempersiapkan tenaga kerja. Alhamdulillah, di sini [Balikpapan] ada proyek RDMP [perluasan kawasan kilang] Pertamina, ada juga proyek Jembatan Nipahnipah yang ditender Rp15 triliun," ungkapnya.

Dari itulah, Yaser menganalisa laju pertumbuhan ekonomi di kota minyak akan melaju pesat. Berdasarkan prinsip ekonomi, yakni bertambahnya jumlah penduduk maka perekonomian juga bertambah dan berkembang.

"Bisa naik dua digit. Itu opini saya saja loh ya, karena orang dari luar daerah yang masuk ke Balikpapan pasti sangat besar. Kalau ekonomi tidak naik, yang terjadi justru tingkat kriminalitas semakin tinggi," ungkapnya.

Dia pun berpendapat bahwa pengusaha lokal juga harus jeli dan tidak boleh gagap melihat peluang karena banyak yang bisa dikerjakan. Mulai dari pengadaan material, tenaga kerja hingga konsumsi yang bisa menggeliatkan pergerakan roda perekonomian daerah.

"Pengusaha lokal sangat siap karena hampir semua pekerjaan yang dilakukan BUMN, subkontraktornya ada di Balikpapan. Maka kami minta kepada pemerintah untuk turut melibatkan pengusaha lokal," pungkasnya.

Adapun terpilihnya sebagian kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN), membawa angin segar bagi pengusaha lokal. Mereka berharap turut dilibatkan dalam pembangunan IKN yang dimulai pada 2020 mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan, Ibu Kota Dipindah

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top