Pengembang Kalsel Sebut Perumahan Bersubsidi Tak Tarik Kelas Bawah

Pengembang asal Kalsel HM Anthony Subiakto berharap ada terobosan agar masyarakat menengah ke bawah bisa mendapatkan perumahan bersubsidi.
Arief Rahman
Arief Rahman - Bisnis.com 11 September 2019  |  14:56 WIB
Pengembang Kalsel Sebut Perumahan Bersubsidi Tak Tarik Kelas Bawah
Ilustrasi rumah subsidi. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, BANJARMASIN — Pengembang asal Kalsel HM Anthony Subiakto berharap ada terobosan agar masyarakat menengah ke bawah bisa mendapatkan perumahan bersubsidi.

Pemilik Perumahan Bintang Mas Residence tersebut mengatakan, dengan pola kredit sekarang, tetaplah hanya mereka yang memiliki penghasilan standar yang bisa mendapatkan kredit rumah bersubsidi dari perbankan.

“Minimal pendapatan harus Rp2,5 – Rp4,2 juta baru bisa mendapatkan perumahan bersubsidi. Nah bagaimana dengan para tukang ojek, becak dan pedagang asongan yang pendapatan mereka kurang dari itu, tentu mereka tidak punya kesempatan untuk mendapatkan kredit perumahan bersubsidi,” tegasnya, Rabu (11/9/2019).

Padahal mereka inilah yang harusnya mendapatkan prioritas untuk mendapatkan rumah bersubsidi, agar mereka tidak lagi tinggal ditempat yang kumuh hingga ilegal.

Owner Perumahan Bintang Mas Residence HM Anthony Subaikto./Bisnis-Arief Rahman

“Karena itulah saya berharap masalah ini harus dapat dicarikan solusinya. Minimal mereka yang berpenghasilan di bawah standar gaji tadi juga bisa mengakses rumah bersubsidi. Kemudian juga pemerintah dapat memberikan kemudahan kepada pengembang untuk dapat menguruskan perumahan bersubsidi mereka ke perbankan,” tambahnya.

Kebutuhan perumahan bersubsidi sangatlah besar di Banua, bahkan diklaimnya terus meningkat tiap tahunnya. Oleh karena itu wajar saat ini hampir 90 persen pengembang banyak beralih menggarap perumahan bersubsidi.

“Cuma ya itu, selain sulit bagi masyarakat menengah ke bawah untuk mendapatkannya. Kami pun juga mulai kesulitan dalam membangun perumahannya akibat terus naiknya harga tanah dan bahan bangunan, sementara standar harga jualnya sudah ditentukan oleh pemerintah,” tukasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Awang Sejahtera Permai M Fazrin juga mengakui pengembangan perumahan subsidi mulai sulit dilakukan di wilayah perkotaan. Salah satunya terkait dengan terus naiknya harga beli tanah.

Makanya kini banyak pengembang yang mulai beralih melakukan pembangunan perumahan bersubsidi ke wilayah tetangga, seperti Kabupaten Batola, Kabupaten Banjar hingga Kota Banjarbaru.

“Saya juga setuju dengan penurunan standar gajih bagi karyawan swasta untuk mendapatkan rumah bersubsidi. Ini penting agar makin banyak masyarakat menengah bawah, yang bisa mendapatkan rumah bersubsidi tanpa harus lagi menyewa atau tinggal di lingkungan kumuh,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumah subsidi

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top