Balikpapan Mulai Pulihkan Lahan untuk Pisang Kepok

Lahan budi daya pisang Kepok yang terkontamintasi oleh bakteri pusar riung.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 September 2019  |  08:01 WIB
Balikpapan Mulai Pulihkan Lahan untuk Pisang Kepok
Pisang kepok. - repro

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan bersama dengan petani setempat berupaya memulihkan lahan budi daya pisang Kepok yang terkontamintasi oleh bakteri pusar riung.

Selama 4 tahun terakahir, kota Balikpapan belum berkontribusi terhadap tingginya capaian produksi Pisang Kepok di Provinsi Kalimantan Timur lantaran lahan yang ada terkontaminasi oleh bakteri pusar riung secara mendalam. Hal itu membuat DP3 membakar lahan dan tanaman tersebut sebagai langkah antisipasi.

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan, Heria Prisni menjelaskan bahwa bakteri tersebut bersal dari tanaman pisang yang dibawa dari luar daerah serta kontaminasi yang berasal dari pisau pemotong.

“Potensi pisang kapok di Balikpapan itu masih tinggi. Cuma memang harus dipulihkan dulu kondisi tanahnya. Kena pusar riung jadi sampai bawah tanah 3 –4 tahun tidak bisa menanam lagi. Mudah-mudahan nanti bisa kami pulihkan,” jelasnya, Jumat (20/9/2019).

Heria menyebutkan bahwa upaya pemulihan tersebut juga dilakukan karena pihaknya akan melakukan klasterisasi terhadap potensi hortikultura di masing-masing wilayah.

“Dengan kondisi lahan yang ada, saat ini produksi tinggi [pisang kapok] memang di interlan kami. Misalnya saja Berau,” jelasnya.

Balai Karantina Pertanian Kelas I Abdul Rahman mengatakan bahwa selama 3 tahun lalu tingginya produksi pisang kepok kurang optimal lantaran mengalami kesulitan dalam memasarkan kelebihannya. Namun kini, bumi etam telah membuka peluang ekspor pisang kepok ke Malaysia karena tingkat pasokan di Malaysia masih jauh dari tingkat permintaan pasar.

Menurutnya, produksi pisang kepok asal Kaltim cukup tinggi yaitu di kisaran sebesar 97.361 dan 60 pe berasal dari Kabupaten Kutai Timur.

“Untuk itu selanjutnya sebagai otoritas karantina, kami menjamin kesehatan dan keamanan buah pisang yang diekspor melalui sertifikat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) sesuai dengan persyaratan negara tujuan,” jelasnya.

Malaysia melakukan impor pisang kepok dari Kalimantan Timur dengan permintaan sebesar 150 ton--200 ton per minggunya.

Mohammad Amin bin Amri, direktur Seteguhbiz Empire Group, SDN BHD, Malaysia menyebutkan bahwa pihaknya menjajaki mitra impor dengan Kaltim dengan harapan dapat memenuhi permintaan pasar pisang kepok dan yakin dengan kualitasnya akan laris manis di sana.

"Kami akan membeli per kilogram bukan per sisir. Selanjutnya, kami harap dapat bekerja sama untuk membuat rumah produksi berbagai olahan pisang di Kaltim," jelasnya melalui keterangan resmi dikutip Kamis (19/9/2019).

Dalam hal ini petani di sejumlah daerah sudah menyatakan kesiapannya dalam memasok produksi. Pemmprov Kaltim selanjutnya tinggal memastikan bahwa pasokan berjalan lancar dan berkelanjutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top