Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Rancang Transportasi Massal Tanpa Rel di Ibu Kota Baru

Pemerintah Rancang Transportasi Massal Tanpa Rel di Ibu Kota Baru
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 September 2019  |  19:35 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi keterangan perihal mobil Esemka kepada wartawan di Boyolali Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). JIBI/Bisnis - Chamdan Purwoko
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi keterangan perihal mobil Esemka kepada wartawan di Boyolali Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). JIBI/Bisnis - Chamdan Purwoko

Pemerintah Rancang Transportasi Massal Tanpa Rel

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Kementerian Perhubungan merancang untuk mengembangkan transportasi massal dengan teknologi mutakhir berbasis autonomous (tanpa awak).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa untuk pengembangan konektivitas di ibu kota baru, transportasi massal yang paling dimungkinkan adalah kereta api. Alasannya, sebut dia ,karena ramah lingkungan, kapasitas muat penumpang lebih banyak, dan dari sisi waktu dan jarak tempuh juga tepat waktu.

Apalagi selama ini di pulau Borneo juga terdapat kereta angkutan barang yang nantinya bisa berpotensi untuk dijadikan angkutan penumpang.

Namun kelemahan pengembangan kereta api terletak pada nilai investasi yang tinggi. Investasi yang tinggi terletak pada pembangunan rel kereta yang bisa menelan Rp200 miliar—Rp300 miliar bahkan jika konsepnya elevated bisa menelan Rp400 miliar

“Sehingga ada satu opsi yang lebih advance yakni autonomus. Tanpa menggunakan rel akan menekan investasi. Tapi ini memang teknologi baru harus perlahan-lahan diterapkannya,” jelasnya Jumat (20/9/2019) saat melakukan tinjauan di Bandara SAMS Sepinggan.

Dia melanjutkan, karena teknologinya yang tergolong baru, maka pada mulanya akan diterapkan untuk bus gandeng terlebih dahulu. Setelah teknologi tersebut terbukti mumpuni maka selanjutnya bisa diterapkan lebih luas. Target pegembangan itu diharapkan dapat terealisasikan hingga 4 tahun mendatang.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor juga menyetujui penggunaan transportasi massal misalnya bus dan kereta khusus kawasan IKN. Phaknya juga berencana untuk membatasi kepemilikan kendaraan pribadi. Semua hal bisa diatur agar tidak menjadi kumuh.

Mendengar usulan autonomous, mantan bupati Kutai Timur itu juga berpikir tak ada masalah karena ramah lingkungan.

“Intinya titik pusat pemerintahan atau core goverment akan dibuat konektivitas dengan berbagai moda transportasi massal,”tekannya.

Selanjutnya, ujar Isran, maslalah konektivitas ini akan menjadi pembahasan pansus IKN di DPR RI pada Selasa mendatang.

“Kita menyampaikan data di lapangan, kesiapan daerah, kondisi masyarakat, keamanan, lingkungan. Kami pun berharap desain komprehensif sudah rampiung bersamaan dengan payung hukum UU pada 2020

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Dipindah
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top